Banyak merek baru dari China yang masuk ke Indonesia. Hanya tidak semuanya berhasil, salah satunya seperti Neta yang pailit di China, berimbas ke bisnisnya di Indonesia. Gregorius, pemilik Neta V II justru memanfaatkan tutupnya Neta di Indonesia dengan membeli mobilnya dengan harga miring, hanya Rp 185 juta. Gregorius, pemilik Neta V II yang dia beli dengan harga Rp 185 juta Dia membeli pada Agustus 2025, unit NIK 2024, padahal harga awalnya di Rp 299 juta. Lalu bagaimana pengalamannya merawat mobil yang pabrikannya tidak jelas di Indonesia? Menurut dia, jaringan bengkel resmi yang tidak lagi berjalan membuat pemilik harus bergantung pada bengkel rekanan. Salah satunya adalah Otoklix yang ditunjuk untuk menangani servis berkala dan klaim garansi. “Semua dialihkan ke Otoklix dan bengkel rekanannya. Tapi enggak bisa langsung datang, harus appointment dulu,” kata Gregorius kepada Kompas.com, Selasa (7/4/2026). Ia menjelaskan, sistem antrean ini terjadi karena keterbatasan alat untuk pengecekan baterai. Scanner untuk memeriksa kondisi baterai hanya tersedia terbatas dan digunakan secara bergantian di beberapa bengkel. “Scanner-nya cuma satu, diputar antar bengkel. Jadi kita harus daftar dulu, nanti dikasih jadwal,” ujarnya. Kendala lain yang pernah dialami adalah penolakan servis. Saat hendak melakukan servis berkala 5.000 Km, ia mengaku sempat tidak dilayani. Gregorius, pemilik Neta V II yang dia beli dengan harga Rp 185 juta “Sempat ditolak, katanya ada masalah payment antara pihak terkait (Neta dan Otoklix), jadi belum bisa terima servis,” kata dia. Karena itu, ia akhirnya memilih melakukan servis berbayar di bengkel lain. Meski harus keluar biaya sendiri, langkah tersebut dinilai lebih praktis dibanding menunggu ketidakpastian. Selain servis, persoalan juga muncul pada ketersediaan suku cadang. Ia menyebut, beberapa komponen harus dipesan dalam waktu lama tanpa kejelasan. “Ada yang pesan part berbulan-bulan enggak ada kabar. Jadi kalau ada kerusakan, kita bingung,” ujarnya. Kondisi ini juga berdampak pada proses klaim garansi yang tidak berjalan mulus. Pemilik kerap kesulitan mendapatkan kepastian terkait perbaikan maupun penggantian komponen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang