Kebakaran pada mobil listrik membutuhkan penanganan yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Pasalnya, sumber energi utama kendaraan listrik berasal dari baterai bertegangan tinggi yang memiliki karakteristik berbeda ketika mengalami kebakaran. Pemilik Dokter Mobil Jakarta, Lung Lung, mengatakan, ketika mobil listrik sudah mengalami kebakaran pada baterai, proses pemadamannya tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti kebakaran biasa. "Kalau Electric Vehicle (EV) itu kalau sudah terbakar, itu tidak bisa dipadamkan dengan APAR atau apapun," ujar Lung Lung, Senin (14/9/2026). Baterai Mobil Listrik Bisa Kembali Terbakar Salah satu tantangan pada kebakaran mobil listrik adalah baterai. Ketika sel baterai mengalami kerusakan dan terjadi thermal runaway, panas dapat menyebar dari satu sel ke sel lainnya. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan baterai menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran kendaraan listrik. Menurut Lung Lung, di Korea Selatan terdapat metode penanganan dengan cara mengisolasi kendaraan yang terbakar menggunakan pembatas, kemudian kendaraan tersebut digenangi air. "Di Korea kalau ada EV kebakaran itu mobil sekelilingnya ditutup, diisolasi pakai barrier, terus diisi air. Atau mobilnya diangkat, dimasukin ke truk yang ada airnya, terus ditenggelamkan," kata dia. Metode tersebut pada dasarnya bertujuan untuk menjaga baterai tetap dalam kondisi dingin sekaligus mencegah api kembali muncul. Lithium Fire Killer (LFK) Hartindo AF31, alat pemadam api ringan (APAR) khusus kendaraan listrik APAR Khusus Mobil Listrik CEO PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi, Willy Hadiwijaya menambahkan, APAR yang digunakan untuk mobil listrik harus memiliki bahan berbasis air atau water-based chemical yang mampu membantu menurunkan suhu tinggi dan menghambat reaksi berantai pada sel baterai. Sementara itu, pada mobil konvensional berbahan bakar bensin, penggunaan APAR jenis powder maupun karbon dioksida (CO2) masih dapat digunakan karena sumber api umumnya berasal dari bahan bakar yang mudah terbakar. "Untuk memadamkan kendaraan konvensional, itu kebanyakan akibat dari kebocoran bensin. Itu pakai APAR powder juga bisa, atau pakai CO2. Semuanya masih bisa diatasi dengan mudah," kata Willy. Perhatikan Bagian Bawah Mobil Lung Lung juga mengingatkan agar bagian bawah mobil listrik tidak diperlakukan sembarangan. Baterai mobil listrik umumnya ditempatkan di bagian bawah lantai kendaraan. Karena itu, benturan atau kerusakan pada area tersebut perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil listrik, terutama ketika melewati jalan dengan permukaan rusak atau terdapat benda yang berpotensi menghantam bagian bawah kendaraan. Ilustrasi baterai mobil listrik Meski demikian, penanganan kendaraan yang sudah terbakar tetap harus dilakukan oleh petugas yang memiliki peralatan dan prosedur yang sesuai. Pemilik kendaraan sebaiknya tidak mencoba memadamkan sendiri kebakaran baterai apabila kondisi sudah tidak terkendali. Prioritas utama adalah menjauh dari kendaraan dan segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Kebakaran mobil listrik juga menunjukkan bahwa penanganan kendaraan elektrifikasi membutuhkan pemahaman mengenai karakteristik baterai, bukan hanya mengandalkan peralatan pemadam kebakaran yang biasa digunakan pada kendaraan konvensional.