Insiden kendaraan yang mengalami gangguan atau mati daya di jalan kembali menjadi perhatian, termasuk yang terjadi di kawasan Bekasi. Situasi tersebut membuat perhatian terhadap sistem kendaraan modern meningkat, terutama yang kini semakin bergantung pada teknologi elektronik. Seiring perkembangan industri otomotif, banyak fungsi kendaraan yang sebelumnya bersifat mekanikal kini beralih menjadi elektronik. Salah satu perubahan paling terasa ada pada sistem transmisi, melalui penggunaan electronic shifter yang kini umum ditemui, baik pada mobil listrik maupun mobil bermesin bensin. Jika dulu perpindahan gigi dilakukan melalui tuas yang terhubung langsung secara mekanis ke transmisi, kini banyak kendaraan mengandalkan sinyal elektronik. Pengemudi cukup menekan tombol atau menggeser tuas kecil, sementara sistem akan mengatur posisi gigi secara digital tanpa koneksi fisik langsung. Tuas Transmisi dan Tombol Pengaturan BYD M6 Penggunaan electronic shifter memungkinkan desain kabin yang lebih ringkas serta mendukung integrasi dengan berbagai sistem keselamatan kendaraan. Mahaendra Gofar, pendiri EV Safe dan dosen di National Battery Research Institute, menjelaskan bahwa sistem elektronik membuat kendaraan bergantung pada suplai daya. Tuas perpindahan gigi berada di belakang setir di sebelah kanan yang dinamakan electronic shifter. “Untuk electronic shifter ini _power_ harus tetap _on_ supaya bisa _shifting_ ke N apabila mau didorong atau diderek,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2026). Ia menambahkan, ketika terjadi gangguan kelistrikan atau kendaraan mengalami mati total, fungsi untuk memindahkan gigi ke posisi netral tidak dapat dilakukan seperti pada sistem mekanis. Selain itu, sistem ini juga terintegrasi dengan fitur keselamatan lain, seperti penguncian roda otomatis saat kendaraan kehilangan daya. “Kalau mobil yang menggunakan electronic shifter, apabila mogok biasanya akan ngerem supaya tidak menggelinding. Ini bagian dari _safety_, ” kata Gofar. Dalam kondisi tersebut, kendaraan dapat berhenti dengan roda terkunci sehingga memerlukan penanganan tertentu saat akan dipindahkan. Meski demikian, penggunaan sistem elektronik menjadi arah pengembangan industri otomotif, termasuk untuk mendukung kendaraan listrik serta integrasi fitur keselamatan dan teknologi berkendara yang lebih lanjut di masa depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang