Ilustrasi mobil hybrid Toyota Kabar mengenai rencana kenaikan harga Pertamax menjadi Rp17.850 per liter pada 1 April 2026 mulai membuat mobil hybrid terlihat menarik sebagai solusi penghematan. Isu ini dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang berdampak langsung pada kestabilan harga minyak mentah dunia. Bagi pengguna mobil bensin biasa dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 1:14 km/liter, kenaikan harga BBM ini akan memberikan tekanan finansial yang cukup terasa. Untuk menempuh jarak harian 50 kilometer di Jakarta, mobil konvensional membutuhkan biaya operasional bensin sekitar Rp63.750 per hari dengan asumsi harga baru tersebut. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Jika diakumulasikan dalam satu bulan, pemilik mobil bensin konvensional harus merogoh kocek sekitar Rp1.912.500 hanya untuk urusan bahan bakar saja. Angka ini menjadi beban tambahan yang sangat signifikan bagi pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis saat ini.Di sisi lain, teknologi hybrid menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi terutama saat digunakan dalam kondisi lalu lintas Jakarta yang sering mengalami kemacetan parah. Sistem motor listrik pada mobil hybrid bekerja dominan saat kendaraan merayap pelan, sehingga konsumsi bensin rata-rata bisa mencapai angka 1:25 km/liter berdasarkan hasil pengujian yang pernah dilakukan VIVA Otomotif.Dengan jarak tempuh harian 50 kilometer, mobil hybrid kini hanya memerlukan biaya bensin harian sebesar Rp35.700 saja. Pengeluaran bulanan untuk bahan bakar pun terpangkas drastis menjadi hanya Rp1.071.000, yang memberikan napas lega bagi kantong pemiliknya.Selisih penghematan bensin yang didapat mencapai Rp841.500 setiap bulan atau sekitar Rp10,1 juta dalam waktu satu tahun penggunaan rutin. Secara persentase, penggunaan mobil hybrid dengan angka 1:25 km/liter mampu menghemat pengeluaran bensin lebih dari 40 persen dibandingkan mobil bensin konvensional. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Penghematan hampir separuh biaya bensin ini sudah sangat cukup untuk menutupi biaya perawatan berkala sekaligus membayar premi asuransi kendaraan tahunan secara penuh. Sistem pengereman regeneratif pada mobil hybrid juga membantu usia pakai kampas rem menjadi lebih panjang sehingga biaya servis jangka panjang tetap terjaga.Mobil hybrid dianggap lebih praktis bagi warga Jakarta karena tidak memerlukan infrastruktur pengisian daya khusus di rumah maupun kantor. Pengendara cukup melakukan pengisian bensin seperti biasa namun dengan frekuensi kunjungan ke SPBU yang jauh lebih jarang dibandingkan sebelumnya.