Pelayanan petugas SPBU Pertamina kepada konsumen Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempercepat implementasi biodiesel 50 persen atau B50 yang ditargetkan berlaku nasional mulai 1 Juli 2026. Sebelum diterapkan secara luas, serangkaian pengujian telah dilakukan, termasuk uji jalan pada sektor otomotif. GULIR UNTUK LANJUT BACA Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pengujian dilakukan secara bertahap sejak awal 2025, dimulai dari laboratorium hingga uji penggunaan langsung di berbagai sektor. Untuk otomotif, pengujian dilakukan dalam kondisi operasional harian dengan target jarak tempuh yang cukup panjang.“Kendaraan di bawah 3,5 ton ditargetkan menempuh 50.000 km, sementara di atas 3,5 ton sudah menyelesaikan 40.000 km,” ujarnya dilansir VIVA dari laman resmi, Senin 27 April 2026.Hingga April 2026, hasil sementara menunjukkan bahwa kendaraan diesel yang menggunakan B50 masih berada dalam kondisi baik. Tidak ditemukan kendala signifikan, baik dari sisi performa mesin maupun sistem bahan bakar. Komponen seperti filter bahan bakar dan pelumas juga masih bekerja dalam batas normal sesuai rekomendasi pabrikan.Dari sisi performa, konsumsi bahan bakar tercatat tetap stabil dan tidak menunjukkan penurunan yang berarti. Hal ini menjadi indikator penting bahwa penggunaan B50 tidak mengganggu efisiensi kendaraan. Selain itu, hasil uji emisi juga menunjukkan angka karbon monoksida (CO) dan opasitas masih berada di bawah ambang batas yang ditentukan.Keberhasilan ini tidak lepas dari peningkatan kualitas bahan baku biodiesel. Pada B50, beberapa parameter penting telah diperbaiki dibandingkan B40, seperti kadar air yang lebih rendah, kandungan monogliserida yang ditekan, serta stabilitas oksidasi yang ditingkatkan. Perbaikan ini berperan menjaga kestabilan bahan bakar sekaligus melindungi komponen mesin. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Respons positif juga datang dari industri otomotif. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menilai hasil sementara ini menjadi sinyal baik, selama spesifikasi bahan bakar yang digunakan dalam pengujian dapat dipertahankan saat implementasi nanti.Dengan hasil tersebut, kekhawatiran terkait dampak negatif B50 terhadap kendaraan diesel mulai terjawab. Meski masih menunggu hasil akhir pengujian, data sementara menunjukkan bahwa transisi ke B50 tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga tetap menjaga keandalan kendaraan di lapangan