Membeli mobil bekas memang butuh ketelitian tinggi. Bukan cari yang terbaik, tapi setidaknya mendapatkan mobil dengan kondisi paling sedikit masalahnya. Biasakan saat membeli mobil bekas, cek kendaraan secara menyeluruh, termasuk bagian mesin. Salah satu cara untuk tahu kondisi mobil sehat atau tidak, bisa periksa bagian radiator. Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Bogor menjelaskan, cek kondisi radiator mobil bekas saat kondisi mesin dingin. Perhatikan bagian tutupnya dan isinya. Ilustrasi cek coolant radiator. "Lihat di tutupnya, banyak lumpur atau enggak. Cek juga bagian dalamnya, kotor apa enggak," kata Kamal kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026). Kamal menjelaskan, kondisi radiator bersih atau kotor bisa jadi patokan mesin sehat atau tidak. Kalau semua kondisi normal tapi radiator kotor, maka harus segera servis setelah dibeli mobilnya. Radiator merupakan komponen penting kendaraan. Fungsinya membantu menjaga mesin supaya tetap berada di suhu kerja yang optimal, tidak kepanasan atau overheat. Menurut Sundoro Edi, pemilik Inspector Mobil di Jakarta, calon pembeli disarankan membuka tutup radiator untuk melihat apakah cairan pendingin bersih atau terdapat kerak kuning di dalamnya. Radiator yang kotor bisa membuat suhu mesin cepat naik dan berisiko overheat. "Kalau radiator berbuih saat mesin menyala, itu bisa jadi pertanda ada kebocoran di sistem pendingin. Kadang waktu dicek statis tidak panas, tapi begitu dipakai jalan jauh, baru ketahuan mobilnya cepat panas," kata Sundoro. Ketika kondisi sistem radiator tidak bekerja optimal, maka akan menyebabkan mesin overheat. Kalau dibiarkan, komponen di dalam bisa rusak dan akhirnya membuat biaya perbaikan membengkak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang