Kehadiran mobil China disebut membuat mata konsumen Indonesia makin terbuka. Apa maksudnya?Mobil China makin banyak berdatangan ke Indonesia. Terlebih dalam dua tahun terakhir, mobil China makin berani untuk mencoba peruntungannya di Tanah Air. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, setidaknya ada 16 merek mobil China di dalam negeri. Jumlah itu bahkan lebih banyak ketimbang merek-merek Jepang. Deretan mobil China itu mengisi beragam segmen dari mobil penumpang, mobil komersial, hingga truk. Para pendatang baru dari China itu kebanyakan menawarkan mobil listrik. Lebih menariknya lagi kalau bicara harga. Deretan merek dari Tirai Bambu itu membanderol mobilnya dengan harga terjangkau. Harganya bahkan bersaing dengan deretan mobil bermesin konvensional di segmen sejenis.Meskipun harga jualnya lebih murah, tapi sejumlah produsen itu berlomba-lomba menyajikan teknologi teranyar di mobilnya. Pengamat yang sudah malang melintang di industri otomotif Tanah Air, Bebin Djuana, mengungkap kehadiran mobil China itu justru menjadi positif buat konsumen Indonesia. Bebin bahkan menyebut, konsumen Indonesia dibukakan matanya berkat kehadiran mobil China. Sebab, teknologi canggih di mobil China itu ternyata bukan barang mahal."Mata konsumen Indonesia terbuka sejak produk China datang. Selama ini kita dijejali dengan hal-hal yang lama, karena produsen Jepang mengatakan orang Indonesia nggak butuh ini, fitur ini terlalu mahal nanti membebani konsumen, kedengarannya empati sekali," terang Bebin saat berbincang dengan detikOto baru-baru ini.Menurut Bebin, sejak mobil China masif datang ke Indonesia, pilihan masyarakat tentu makin banyak. Di samping itu, fitur yang umumnya tersedia di mobil Eropa, justru ini bisa didapat dengan harga terjangkau di mobil China."Mindsetnya kan dikunci. Nah fitur-fitur yang terkini itu adanya di mobil Eropa, tapi kan pasarnya kecil. Kalau ada konsumen yang cerdik, iseng ke showroom mobil Eropa 'wih sekarang ada fitur begini ya, ada ini ya, ada itu ya', di produk Jepang nggak ada, padahal di negara asalnya ada, jangan bilang nggak ada. Tapi yang dikirim ke Indonesia 'nggak usah, konsumen Indonesia nggak butuh, itu nggak penting'" lanjut Bebin lagi.Ini menurutnya bisa jadi 'senjata' bagi para produsen China di Indonesia untuk bisa meningkatkan penjualan. Belakangan merek China memang sudah masuk dalam jajaran 10 besar mobil yang paling banyak dibeli orang Indonesia. Tapi kata Bebin, harus diingat juga urusan jual mobil tak hanya bisa mengandalkan produk. Merek China juga harus bisa membangun kepercayaan masyarakat Indonesia lewat jaringan purnajual. Kalau tidak, bukan tidak mungkin justru ditinggal konsumennya."Mereka harus menjaga nama baik. Semua produk tidak ada yang sempurna, pasti ada yang cacat. Bagaimana menanganinya agar konsumen tidak sakit hati, itu yang harus dikerjakan dan juga menjaga kualitas. Mampukah seperti merek-merek negara Sakura," pungkas Bebin.