Meski jarang terjadi, kemungkinan salah mengisi bahan bakar minyak (BBM) bisa saja dialami pemilik mobil, baik mobil bensin yang mengisi solar atau mobil diesel yang mengisi bensin. Bila sampai kejadian, pemilik mobil jangan menganggap enteng. Pasalnya, dampak yang disebabkan tak sekadar hanya memengaruhi performa, tapi juga berisiko menyebabkan gangguan pada komponen mesin. Artinya, salah mengisi BBM bisa menyebabkan kerusakan komponen, baik pada mobil bensin yang salah mengisi solar maupun sebaliknya. Penanganan Lantas, apa langkah yang harus dilakukan pemilik mobil saat mengalami kejadian salah mengisi BBM tersebut? Menjawab hal ini, Auto2000 dalam keterangan resminya menjelaskan, langkah utama yang wajib dilakukan saat mengalami kondisi salah isi BBM adalah pengguna tidak menyalakan atau menjalankan mobil. "Pada mobil bermesin bensin yang terisi solar, mesin umumnya akan sulit dihidupkan karena karakteristik solar tidak sesuai dengan sistem pembakaran mesin bensin. Jika dipaksakan tetap berjalan, kondisi tersebut berisiko mengganggu kerja mesin dan komponen terkait," tulis Auto2000, Sabtu (3/10/2026). Sementara untuk mobil diesel yang salah mengisi bensin, mesin masih berpotensi menyala karena tekanan kompresi dan temperatur ruang bakar yang tinggi. Namun demikian, karena karakteristik bensin yang berbeda serta minimnya kemampuan pelumasan dibandingkan solar, dampaknya dapat mengganggu komponen sistem bahan bakar diesel. Adapun gejala yang dapat disebabkan karena salah mengisi BBM antara lain mobil kehilangan tenaga dan knocking atau suara ngelitik. Jika terus dipaksakan, kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan komponen mesin yang lebih serius. Ilustrasi SPBU. Harga BBM Oktober 2026. "Penanganan sebaiknya dilakukan oleh teknisi agar bahan bakar yang tidak sesuai dapat dikuras dan kondisi sistem bahan bakar serta komponen terkait dapat diperiksa," lanjutnya. Cegah Salah Isi Untuk mencegah kesalahan tersebut, ada beberapa hal yang bisa diterapkan pemilik atau pengguna mobil, yakni: 1. Biasakan Turun Sebagian pengemudi memilih tetap berada di dalam mobil selama proses pengisian BBM. Padahal, dengan turun dari kendaraan dapat memantau proses pengisian lebih jelas sekaligus memastikan aspek keselamatan selama berada di area SPBU. 2. Sebutkan Jenis BBM dengan Jelas Saat berkomunikasi dengan petugas SPBU, sampaikan jenis BBM yang akan diisi dengan jelas, termasuk jumlah yang diinginkan, baik dalam satuan liter maupun nominal rupiah. 3. Tegas dan Jelas Kesalahan komunikasi dapat terjadi ketika petugas dan konsumen memiliki pemahaman berbeda terhadap permintaan pengisian BBM. Karena itu, sampaikan jenis dan jumlah BBM secara jelas serta pastikan kembali sebelum nozzle mulai digunakan. 4. Warna Nozzle Setiap jenis BBM di SPBU umumnya memiliki identitas warna nozzle tertentu. Dengan mengenalinya, pengemudi dapat melakukan pengecekan tambahan sebelum proses pengisian dimulai. 5. Perhatikan Proses Pengisian Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia. Jangan langsung meninggalkan proses pengisian kepada petugas. Perhatikan jenis BBM yang dipilih dan jumlah BBM yang masuk ke tangki. Harga per liter yang tertera pada dispenser dapat menjadi informasi tambahan untuk memastikan BBM yang dipilih sudah sesuai dengan permintaan. 6. Cek Lagi Setelah pengisian selesai, periksa kembali jenis dan jumlah BBM yang telah dimasukkan. Informasi pada struk pembayaran juga dapat digunakan untuk memastikan pengisian telah sesuai.