Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan skema insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk motor maupun mobil. Menperin menyebut skema penerapannya tidak akan terlalu berbeda dari yang sudah diterapkan sebelumnya.,"Kira-kira nanti modelnya akan tidak terlalu berbeda dengan model yang pernah kita pergunakan ketika kita memberikan insentif untuk mobil listrik dan bantuan pembelian untuk motor listrik," katanya ditemui di Badung, Bali, Jumat dikutip dari Antara.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap subsidi kendaraan listrik akan berlaku mulai tahun ini. Motor dan mobil listrik masing-masing mendapat kuota 100 ribu untuk tahap pertama. Besaran subsidi untuk motor listrik diberikan Rp 5 juta. Sementara untuk mobil listrik belum dijelaskan lebih lanjut. Purbaya mengatakan pengumuman lebih detail akan dilakukan oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Kordinator Perekonomian.Sebagai informasi, dulu pembeli motor listrik harus lewat SISAPIRa, website singkatan dari Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua. Platform milik pemerintah ini berfungsi untuk menyalurkan subsidi motor listrik bagi masyarakat lewat dealer dan manufaktur di Tanah Air.Sementara untuk mobil, dalam periode insentif sebelumnya cukup beli di dealer resmi mobil listrik. Harga yang dibayarkan ke dealer sudah langsung dipotong insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Meskipun mekanisme penerapan secara detail belum keluar, Pemerintah tengah melakukan pemindaian (scanning) mendalam terhadap skema yang paling efektif untuk diterapkan."PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen, nanti masih di-scan skemanya," ujar Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (5/5/2026).Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan mekanisme pemberian subsidi akan dibedakan berdasarkan jenis teknologi baterai yang digunakan. "Itu untuk yang utamanya EV. Bukan hybrid. Jadi yang baterainya berdasarkan nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Tapi yang itu nanti (dijelaskan) Menteri Perindustrian," tambahnya.Keputusan untuk memberikan subsidi lebih besar bagi kendaraan listrik berbasis nikel didasarkan pada strategi besar hilirisasi industri nasional. Indonesia, yang memiliki cadangan nikel melimpah, ingin memastikan sumber daya alam tersebut memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri."Kenapa saya pakai nikel yang besar subsidinya, karena supaya baterai kita kepakai," jelas Purbaya.Purbaya memastikan pemerintah memberikan subsidi kendaraan listrik tahun ini. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada awal Juni 2026.