Kendaraan taktis (rantis) ringan Pindad Maung yang terlibat kecelakaan tunggal hingga merobohkan tiang exit Tol Palmerah, Kamis (9/7/2026), menarik perhatian publik. Dari visual kendaraan dinas TNI yang ringsek tersebut, terdapat identitas khusus yang mempertegas variannya. Jika diperhatikan secara detail pada bagian fender depannya, terdapat tulisan atau emblem "Jelajah". Hal ini menandakan bahwa rantis tersebut merupakan varian Maung Jelajah. Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menhan Perancis, Sebastian Lecornu menumpangi Maung MV3 Komando VVIP-Hard Top untuk ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/1/2024). Karakteristik ini semakin diperkuat dengan penggunaan model atap terbuka (soft top), bukan tipe hard top atau atap keras. Lantas, seperti apa spesifikasi dan ketangguhan dari rantis ringan buatan dalam negeri ini? Desain Angkut Personel dan Dimensi Tangguh Berdasarkan data spesifikasi resmi dari laman PT Pindad (Persero), Maung Jelajah didesain sebagai kendaraan taktis ringan yang fleksibel untuk berbagai medan. Varian soft top ini dirancang tangguh untuk mengangkut empat orang personel sekaligus, lengkap dengan fitur atap kain yang bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan operasional di lapangan. Dalam prosesi kirab bendera pusaka merah putih dan teks proklamasi yang dimulai dari Monumen Nasional (Monas) dan berakhir di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (10/8/2024), terlihat sebuah kendaraan unik, yaitu MV3 Maung Tangguh buatan PT Pindad. Secara dimensi, Maung Jelajah memiliki postur yang cukup bongsor dan kokoh demi menjaga stabilitasnya saat melibas rintangan jalan ekstrem. Mobil ini punya panjang mencapai 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1,8 meter. Sementara untuk bobot tempurnya (combat weight), rantis ringan ini memiliki berat total mencapai 3 ton. Performa Mesin dan Kemampuan Off-Road Di balik kap mesinnya, rantis penggerak empat roda atau 4x4 ini dibekali dengan jantung mekanis yang bertenaga. Pindad Maung Jelajah menggendong mesin dengan tenaga 199 TK dengan torsi puncak mencapai 411 Nm. Tenaga besar tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis, yang memberikan kemudahan berkendara bagi personel di berbagai medan. Maung Jelajah mampu dipacu hingga kecepatan maksimum 100 kpj. Kendaraan ini juga memiliki kemampuan menanjak atau gradient hingga 60 persen, kekuatan miring samping (side slope) sampai 30 persen, serta jarak tempuh yang diklaim mencapai 500 km dalam sekali pengisian bahan bakar penuh. Fitur Pendukung Operasional Sebagai kendaraan taktis, Maung Jelajah juga dilengkapi dengan berbagai fitur fungsional untuk mendukung kegiatan mitigasi maupun evakuasi di medan berat. Pada bagian bumper depan, rantis ini sudah dilengkapi dengan electric winch yang berguna untuk mengevakuasi kendaraan lain atau membantu mobil lolos saat terjebak di jalur berlumpur. Meski berstatus kendaraan militer beratap soft top, Pindad tetap menyematkan fitur kenyamanan standar berupa sistem pendingin udara atau AC di dalam kabinnya. Selain itu, terdapat pula ban cadangan berukuran penuh yang menggantung di bagian pintu belakang kendaraan untuk mengantisipasi situasi darurat di perjalanan.