Tidak semua mobil yang datang ke bengkel body repair bisa langsung diterima untuk diperbaiki. Dalam kondisi tertentu, bengkel justru memilih menolak pekerjaan demi menjaga kualitas hasil perbaikan dan menghindari janji yang sulit dipenuhi. Salah satu penyebabnya adalah target waktu yang diminta terlalu singkat. Selain itu, kondisi mobil yang mengalami kerusakan berat, terutama akibat benturan keras atau korosi, juga membuat proses perbaikan membutuhkan waktu lebih lama. ACM Body Repair Reynaldi, pemilik ACM Body Repair di Serpong, Tangerang Selatan, mengatakan, kondisi tersebut cukup sering ditemui di bengkelnya. "Pernah. Bahkan cukup sering kami menolak pekerjaan. Alasannya biasanya karena waktu yang diminta pelanggan terlalu singkat atau kondisi mobilnya sudah terlalu parah," kata Aldi kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Aldi, perbaikan bodi mobil bukan sekadar menghilangkan penyok atau mengecat ulang panel yang rusak. Tidak Bisa Buru-buru Pada kendaraan dengan kerusakan berat, proses pengerjaan melibatkan berbagai tahapan yang tidak bisa dipercepat. Reynaldi, pemilik ACM Body Repair "Kalau kerusakannya berat, proses perbaikannya tidak bisa dipaksakan cepat. Kami harus melibatkan tukang las, tukang ketok, hingga teknisi lainnya. Semua proses itu membutuhkan waktu," ujarnya. Ia menambahkan, bengkel lebih memilih menolak pekerjaan dibandingkan menerima kendaraan dengan tenggat waktu yang tidak realistis. Langkah tersebut dilakukan agar kualitas perbaikan tetap terjaga dan pelanggan tidak kecewa. "Jadi, alasan utama kami menolak pekerjaan biasanya karena keterbatasan waktu. Kami tidak ingin menjanjikan sesuatu yang pada akhirnya tidak bisa kami penuhi." Paling Sulit ACM Body Repair Reynaldi menjelaskan, salah satu jenis kendaraan yang paling menantang untuk diperbaiki adalah mobil klasik yang sudah mengalami korosi atau keropos pada bodinya. "Yang sulit itu biasanya mengerjakan mobil-mobil klasik yang kondisinya sudah keropos. Pengerjaannya juga lama," ujarnya. Sebab, kerusakan pada mobil berusia tua sering kali baru diketahui setelah proses pembongkaran dilakukan. Tidak jarang, bagian pelat yang semula terlihat masih baik ternyata sudah rapuh akibat karat. Dalam kondisi tersebut, panel bodi tidak cukup diperbaiki menggunakan dempul atau diketok. Bengkel harus memotong bagian yang keropos, kemudian membuat pelat baru yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan konstruksi asli kendaraan.