Besarnya ongkos perbaikan bodi mobil yang lecet atau penyok bergantung pada luas kerusakan, jumlah panel yang dikerjakan, hingga metode perbaikannya. Pemilik ACM Body Repair di Serpong, Tangerang Selatan, Reynaldi, mengatakan, tarif perbaikan bodi mobil biasanya dihitung berdasarkan jumlah panel yang mengalami kerusakan. "Kalau cuma satu panel, biayanya sekitar Rp 500.000 sampai Rp 700.000, karena memang hanya satu panel. Tergantung juga tingkat kerusakannya," kata Aldi kepada Kompas.com, belum lama ini. Reynaldi, pemilik ACM Body Repair Menurut dia, biaya per panel biasanya menjadi lebih murah apabila ada beberapa bagian mobil yang diperbaiki sekaligus. Sebab, proses pengerjaan bisa dilakukan secara bersamaan sehingga lebih efisien. Selain pengecatan satu panel, tersedia pula layanan spot repair atau sol-solan untuk memperbaiki kerusakan ringan pada area tertentu tanpa mengecat satu panel secara penuh. "Makin banyak panel yang dikerjakan, biasanya harga per panel jadi lebih murah. Untuk pekerjaan sol-solan (spot repair), kami mulai dari Rp 350.000. Harganya bisa lebih tinggi, tergantung berapa banyak bagian yang disol," ujarnya. Lama Pengerjaan Selain biaya, pemilik kendaraan juga perlu mempertimbangkan waktu pengerjaan. Durasinya bisa berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan dan jumlah panel yang harus diperbaiki. Untuk lecet ringan, proses perbaikan umumnya membutuhkan waktu beberapa hari. Namun, apabila kerusakan sangat ringan, pekerjaan bisa selesai lebih cepat. ACM Body Repair "Kalau lama pengerjaan, tergantung tingkat kerusakannya juga. Untuk lecet-lecet ringan, biasanya minimal tiga hari. Tapi ada juga yang bisa selesai dalam sehari kalau kerusakannya memang ringan," kata Aldi. Sementara itu, apabila hanya satu panel yang diperbaiki, mobil berpotensi selesai dalam waktu satu hari. Namun, jika kerusakan mencakup dua hingga tiga panel, waktu pengerjaan biasanya bertambah menjadi sekitar tiga hari. "Kalau satu panel, paling cepat bisa selesai dalam sehari. Kalau dua sampai tiga panel, biasanya sekitar tiga hari. Jadi, semuanya tergantung jumlah panel yang dikerjakan dan tingkat kerusakannya," ujar Aldi. ACM Body Repair Tidak Bisa Buru-buru Aldi mengatakan, jika sedang penuh pihaknya bisa menolak order dari konsumen. "Pernah. Bahkan cukup sering kami menolak pekerjaan. Alasannya biasanya karena waktu yang diminta pelanggan terlalu singkat atau kondisi mobilnya sudah terlalu parah," kata Aldi. Sebab menurut Aldi, perbaikan bodi mobil bukan sekadar menghilangkan penyok atau mengecat ulang panel yang rusak. Pada kendaraan dengan kerusakan berat, proses pengerjaan melibatkan berbagai tahapan yang tidak bisa dipercepat. "Kalau kerusakannya berat, proses perbaikannya tidak bisa dipaksakan cepat. Kami harus melibatkan tukang las, tukang ketok, hingga teknisi lainnya. Semua proses itu membutuhkan waktu," ujarnya.