Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian agar konsumen mendapatkan kendaraan dengan kondisi yang masih baik. Calon pembeli tidak cukup hanya melihat tampilan eksterior dan interior. Kondisi mesin, riwayat perawatan, bagian bawah kendaraan, hingga komponen keselamatan juga perlu diperiksa sebelum melakukan transaksi. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mengatakan, mesin dapat diibaratkan sebagai "jantung" kendaraan, sehingga calon pembeli perlu memastikan tidak ada kebocoran oli serta memperhatikan suara yang muncul ketika mesin dinyalakan. “Pastikan tidak ada kebocoran oli atau suara yang tidak normal saat dinyalakan,” ucap Lung Lung kepada Kompas.com, belum lama ini. Deretan mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran Selain itu, Lung Lung merekomendasikan calon pembeli meminta buku servis kendaraan untuk mengetahui apakah mobil mendapatkan perawatan secara berkala. “Minta buku servis biar tahu apakah mobil mendapatkan perawatan berkala atau enggak, cek komponen apa yang diservis,” katanya. Lung Lung juga menyarankan untuk memeriksa karpet lantai dan bagian kolong kendaraan. Bau apek maupun noda lumpur dapat menjadi indikasi mobil pernah terkena banjir. “Cek karpet lantai dan bagian kolong kendaraan. Jika ada bau apek atau noda lumpur, sebaiknya hindari mobil tersebut,” kata Lung Lung. Mobil yang pernah terendam banjir berpotensi mengalami berbagai masalah, terutama pada komponen kelistrikan dan bagian lain yang terdampak air. Lung Lung mengingatkan calon pembeli agar tidak hanya mempertimbangkan harga murah ketika memilih mobil bekas. “Yang paling penting, jangan hanya tergiur harga murah. Bawa mekanik atau jasa inspeksi yang bagus untuk melakukan pengecekan menyeluruh sebelum membeli,” katanya. Pengecekan menyeluruh sebelum membeli dapat membantu calon konsumen mengetahui kondisi mobil dan menghindari biaya perbaikan besar setelah kendaraan berpindah tangan.