Ilustrasi motor bekas Honda BeAT karburator atau BeAT karbu masih menjadi salah satu motor bekas yang banyak diburu hingga saat ini. Meski tergolong lawas, skutik ini tetap diminati karena dikenal irit, ringan, dan memiliki biaya perawatan yang relatif murah. BeAT karbu merupakan generasi awal Honda BeAT yang dipasarkan di Indonesia sejak 2008 hingga sebelum era injeksi. Karakternya sederhana, namun justru itu yang membuat motor ini mudah dirawat dan cocok untuk penggunaan harian. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di pasar motor bekas, harga Honda BeAT karbu masih menjadi salah satu model yang harganya terbilang tinggi. Untuk unit tahun 2008 hingga 2009, dari penelusuran VIVA Otomotif Jumat 27 Maret 2026, banderolnya berada di kisaran Rp4,5 juta hingga Rp6 juta tergantung kondisi dan kelengkapan surat.Sementara itu, BeAT karbu keluaran 2010 hingga 2011 umumnya dijual dengan harga Rp5,5 juta hingga Rp7 juta. Adapun untuk unit paling muda, yakni tahun 2012, harganya bisa mencapai Rp6,5 juta hingga Rp8 juta.Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi mesin, tampilan bodi, pajak kendaraan, serta kelengkapan dokumen seperti STNK dan BPKB. Unit dengan kondisi prima dan pajak hidup biasanya dihargai lebih tinggi.Dari sisi konsumsi bahan bakar, Honda BeAT karbu masih tergolong efisien untuk ukuran motor lama. Dalam penggunaan normal, konsumsi BBM-nya berada di kisaran 35–45 km per liter, tergantung kondisi mesin dan gaya berkendara.Jika digunakan untuk aktivitas harian sekitar 20–30 km, dengan asumsi harga bensin Rp10.000 per liter, maka biaya bahan bakar per bulan berada di kisaran Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.Selain itu, biaya perawatan juga relatif terjangkau. Servis rutin seperti ganti oli biasanya memakan biaya sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per bulan. Jika ditambah penggantian komponen berkala seperti busi atau kampas rem, total biaya perawatan bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dengan demikian, total biaya penggunaan Honda BeAT karbu berada di kisaran Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, menjadikannya salah satu motor dengan ongkos operasional paling rendah.Meski begitu, calon pembeli tetap perlu memperhatikan beberapa hal. Karena menggunakan karburator, motor ini membutuhkan penyetelan rutin dan lebih sensitif terhadap kondisi cuaca. Selain itu, fitur yang ditawarkan juga masih sangat sederhana dibanding motor modern.