Merek mobil listrik asli Indonesia, Aletra, saat ini masih memusatkan pengembangan produknya pada kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), sembari mempelajari potensi teknologi hybrid di pasar Indonesia. Product Manager PT Aletra Mobil Nusantara, Marsellinus Christo Antyo, mengatakan bahwa strategi tersebut diambil karena ekosistem kendaraan listrik dinilai lebih sederhana dibandingkan mesin pembakaran internal. “Untuk saat ini kami memang fokus di BEV. Teknologi lainnya seperti hybrid, masih kami pelajari dulu,” ujar Christo di Jakarta, Rabu (28/1/2026) malam. Aletra L8 EV Menurut dia, teknologi BEV memungkinkan perusahaan lebih mudah membangun fondasi layanan purnajual dan perawatan kendaraan. “Dengan EV yang lebih simpel, kami bisa lebih fokus membangun sistem servis,” kata dia. Meski belum masuk penuh ke segmen hybrid, Christo mengungkapkan bahwa pengujian teknologi tersebut telah dilakukan melalui PT Sinar Armada Globalindo (SAG), induk usaha Aletra yang lebih dahulu berpengalaman di sektor kendaraan komersial, khususnya bus. “SAG sudah mulai melakukan pengujian di sektor komersial. Memang pendekatan konsumennya berbeda, tapi dari situ kami belajar,” ujarnya. Ia menjelaskan, segmen kendaraan niaga dinilai lebih efektif sebagai tahap awal pengembangan teknologi baru karena pola operasionalnya lebih terstruktur. Dalam skema business to business (B2B), koordinasi dan pengelolaan armada relatif lebih sederhana dibandingkan penjualan ke konsumen individu. “Kalau seribu unit ke satu perusahaan, pengelolaannya sudah tertata dan bisa dibaca, berbeda dengan konsumen ritel, pengelolaan dan pemahamannya harus satu per satu,” kata Christo. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menambah armada sebanyak 200 unit Bus Raya Terpadu (BRT) listrik baru yang bakal beroperasi setelah diresmikan pada hari ini di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024). Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun kesiapan sebelum Aletra memperluas portofolio produk ke segmen ritel. Sebagai informasi, Aletra merupakan perusahaan hasil kerja sama antara PT Sinar Armada Globalindo (SAG) dan Livan Auto yang terafiliasi dengan Geely Auto. “Kami ingin semua sistemnya siap terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap berikutnya,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang