Suzuki belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk memasarkan motor listrik di Indonesia. Pabrikan asal Jepang tersebut saat ini masih memusatkan perhatian pada pemasaran dan pemenuhan permintaan model konvensional yang baru diluncurkan pada akhir 2025 lalu. Hal tersebut disampaikan Hendrawan, Head of 2W Export Sales & Sales Support Section PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Ia menjelaskan, fokus utama Suzuki tahun ini adalah memastikan kelancaran penjualan model-model yang sudah ada di pasar. Fokus pada Model Eksisting Ilustrasi booth Suzuki di PRJ 2025 “Pada tahun ini kami masih fokus pada pemasaran dan penjualan eksisting model, seperti Access 125, Satria Pro, Brugman 125 dan lainnya. Model-model baru kami tersebut diluncurkan menjelang akhir tahun 2025 lalu," ucap Hendrawan di Jakarta Utara, Kamis (29/1/202). "Demand market terhadap model tersebut juga masih banyak untuk kami penuhi, sehingga kami akan fokus untuk kelancaran pemesanan konsumen terlebih dahulu,” lanjutnya. Pernyataan tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa Suzuki belum menjadikan motor listrik sebagai prioritas untuk pasar roda dua Tanah Air, meskipun secara global mereka sudah memperkenalkan produk elektrifikasi. Suzuki e-Access Sebagai informasi, Suzuki e-Access merupakan motor listrik pertama Suzuki yang diluncurkan secara global. Model ini diperkenalkan pada ajang Bharat Mobility Global Expo 2025 di India. Suzuki e-Access dibekali baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) berkapasitas 3,07 kWh. Berdasarkan pengujian Indian Driving Cycle (IDC), motor listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 95 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kabarnya, Suzuki e-Access akan diproduksi di India. Setelah itu, model tersebut juga direncanakan untuk diekspor ke sejumlah pasar internasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang