BENGKULU, KOMPAS.com - Meski saat ini sejumlah merek otomotif tengah gencar memasarkan kendaraan listrik, peminatnya di Bengkulu hingga saat ini masih minim. AKP Aan Setiawan dari Kasatlantas Polresta Bengkulu mengatakan bahwa kendaraan berbasis BBM masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat di Bengkulu. "Untuk pertumbuhan motor listrik di Bengkulu sendiri masih lambat sekali. Berdasarkan data dari Samsat, pendaftaran kendaraan listrik tidak sampai 10 unit dalam satu bulan. Jangankan motor, mobil juga sangat lambat," katanya di Bengkulu kepada Kompas.com, Selasa (18/11/2025). Peminat kendaraan listrik di Bengkulu masih minim lantaran masyarakat belum terbiasa dengan teknologi tersebut. Apalagi, di Bengkulu masih banyak area yang berupa hutan. Booth motor listrik Wedison di GIIAS 2025 "Mereka masih ada kecemasan jika menggunakan kendaraan listrik. Misalnya, jika menggunakan motor dan habis BBM di tengah jalan, masih bisa didorong sedikit ke warung yang menjual bensin, sementara jika motor listrik, akan bingung mengisi daya di mana," katanya. Maka dari itu, berdasarkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Bengkulu pada 2024 dan 2025, lebih banyak melibatkan pengguna kendaraan konvensional daripada kendaraan listrik. Pada 2024, jumlah kejadian kecelakaan sebanyak 324 orang. Korban meninggal dunia sebanyak 34, korban luka berat 124 orang, dan korban luka ringan 357 orang. Di tahun 2025, hingga bulan Oktober, jumlah kejadian naik dari 324 menjadi 330 kejadian. Dari 330 kejadian kecelakaan pelajar di 2025, korban meninggal dunia sebanyak 28 orang, korban luka berat sebanyak 153 orang, dan korban luka ringan sebanyak 345 orang. Jumlah ini belum termasuk data di bulan November dan Desember. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.