Berdasarkan rekap data yang dihimpun oleh Korlantas Polri di Kota Bengkulu, pada tahun 2024 dan 2025 remaja atau pelajar menjadi penyumbang kasus kecelakaan lalu lintas terbanyak. AKP Aan Setiawan dari Kasatlantas Polresta Bengkulu mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun 2024, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar alami peningkatan. "Di tahun 2024 itu jumlah kejadian sebanyak 324 orang. Korban meninggal dunia 34, korban luka berat 124 orang, korban luka ringan 357 orang. Dan di tahun 2025 sampai dekat bulan Oktober itu naik dari 324 kejadian menjadi 330 kejadian," katanya pada acara seminar dan kampanye keselamatan lalu lintas yang diadakan oleh PO SAN, Selasa (18/11/2025). Dari 330 kejadian kecelakaan pelajar di 2025, korban meninggal dunia sebanyak 28 orang. Lalu korban luka berat sebanyak 153 orang, korban luka ringan sebanyak 345 orang. Jumlah ini belum termasuk di bulan November dan Desember. Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Untuk mengatasi permasalahan ini menurut Aan perlu ada peran orang tua juga. Hal itu lantaran kendaraan yang digunakan oleh para pelajar belum punya SIM lantaran belum berusia 18 tahun. Bahkan STNK kendaraan yang digunakan mayoritas terdaftar atas nama orang tua. "Kendaraan bermotor itu adalah mesin pembunuh nomor satu di dunia. Jadi, kita perlu sekali mengetahui tentang cara berkeselamatan yang baik dan benar, berilaku keselamatan yang benar," kata Aan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.