Kondisi busi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil karena komponen ini berperan penting dalam proses pembakaran di dalam mesin. Busi yang sudah aus atau kotor dapat memengaruhi kualitas pembakaran. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih boros. Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi Garasi Auto Service mengatakan mengatakan, kondisi busi sangat berpengaruh terhadap konsumsi BBM kendaraan. "Kalau busi sudah aus, celah elektroda terlalu besar atau kotor percikan api tidak optimal, konsumsi BBM bisa menjadi lebih boros," ucapnya kepada Kompas.com, Sabtu (3/10/2026). Ilustrasi kabel busi mobil Menurut Muchlis, busi bertugas menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bensin di dalam ruang bakar. "Busi bertugas menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bensin," ucapnya. Ketika kondisi busi sudah tidak optimal, percikan api yang dihasilkan dapat melemah. Hal ini kemudian dapat memengaruhi proses pembakaran pada mesin. "Jika percikan api melemah, pembakaran bisa menjadi kurang sempurna," kata Muchlis.Pembakaran yang kurang sempurna tidak hanya dapat memengaruhi konsumsi BBM, tetapi juga kinerja mesin. "Akibatnya mesin terasa kurang responsif, tenaga menurun, dan pada kondisi tertentu konsumsi BBM meningkat," katanya. Jadi, pemilik kendaraan perlu memperhatikan kondisi busi dan melakukan pemeriksaan secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Busi yang kondisinya sudah aus atau kotor dapat mengganggu kinerja sistem pembakaran dan berdampak pada efisiensi konsumsi BBM.