V dikenal sebagai salah satu SUV kompak yang paling banyak berseliweran di jalanan perkotaan. Desainnya ringkas, konsumsi bahan bakar diklaim efisien, dan fitur keselamatan tergolong lengkap. Namun, bagaimana ceritanya jika mobil ini dipakai dalam jangka panjang? Honda HR-V SE 1.5L Amiril Bawono (37), pemilik Honda HR-V tipe E CVT produksi 2022 yang berdomisili di Tangerang Selatan, berbagi pengalaman setelah kurang lebih tiga tahun menggunakan mobil tersebut sebagai kendaraan keluarga sekaligus harian. Odometer mobilnya kini sudah menyentuh angka 46.000 kilometer, dengan pola pemakaian yang cukup beragam, mulai dari lalu lintas padat Jakarta hingga perjalanan jauh pulang kampung ke Malang, Jawa Timur. “Mobil dipakai harian, rata-rata seminggu tiga atau empat kali pakai,” ujar Amir, panggilannya, kepada Kompas.com (14/12/2025). All New Honda HR-V SE Soal konsumsi bahan bakar, HR-V menurut Amiril masih menjadi salah satu nilai jual utamanya. Untuk pemakaian harian di dalam kota, angka konsumsi BBM yang tercatat di panel instrumen tergolong efisien untuk SUV bermesin bensin. “Di MID display itu kalau pemakaian harian sekitar 12 Km per liter. Kalau macet banget bisa turun ke 11 Km per liter, itu udah paling borosnya. Kalau paling iritnya, waktu ke Malang itu dapet di 13 Km per liter sampai 14 Km per liter,” kata Amir. All New Honda HR-V SE Selain irit, ukuran bodi HR-V juga dianggap pas untuk kebutuhan perkotaan. Tidak terlalu besar, namun masih cukup nyaman untuk digunakan bersama keluarga kecil. Dari sisi kenyamanan, karakter suspensi HR-V dinilai berada di titik tengah. All New Honda HR-V SE Tidak terlalu empuk, tetapi juga tidak keras. “Handling-nya enak, bantingannya enggak keras tapi juga nggak terlalu empuk. Kalau dibanding CR-V lama saya dulu, itu memang lebih empuk,” ucap Amir. Meski konsumsi BBM irit, Amiril justru menyoroti kapasitas tangki bahan bakar HR-V yang terasa kecil. All New Honda HR-V SE Efeknya, mobil terkesan cepat kehabisan bensin. “Bensinnya kalau secara statistik irit, tapi tangkinya kecil. Jadi rasanya cepat habis. Kadang rasanya kayak ketipu, baru jalan sedikit indikator langsung turun jauh,” kata dia. Keluhan lain muncul dari sektor kaki-kaki. All New Honda HR-V SE Menurut Amir, bunyi-bunyi mulai terasa bahkan sebelum usia mobil menginjak tiga tahun. “Baru masuk tahun kedua aja udah kerasa kaki-kaki. Kalau pelan pas parkir dan setir dibelokin suka bunyi ‘cetok-cetok’ di depan,” ujarnya. Dari sisi visibilitas, kaca depan HR-V generasi ini juga dinilai kurang luas. Ia menilai visibilitasnya tidak seluas HR-V lama. All New Honda HR-V Sementara itu, desain buritan yang landai berdampak pada kepraktisan bagasi. Meski secara luas cukup, tinggi bagasi terbatas. “Bagasinya luas tapi nggak tinggi. Kalau bawa barang gede suka mentok sama kaca belakang,” ujarnya. Kekurangan paling mengganggu justru datang dari sistem keselamatan aktif Honda Sensing. All New Honda HR-V SE Menurut Amir, sistem ini terlalu sensitif dalam kondisi tertentu. “Kadang lagi macet pelan-pelan, ada motor lewat, tiba-tiba mobil ngerem mendadak sampai berhenti dan terkunci. Rasanya mengganggu, biasanya lagi jalan kecepatan rendah. Bikin kaget pengemudi,” kata Amir. Soal biaya pajak tahunan yang harus dibayarkan pemilik sekitar Rp 4,5 juta untuk PKB dan Rp 200.000 untuk SWDKLLJ. Sehingga total biaya yang harus dibayarkan ada di kisaran Rp 4,7 jutaan. Sebagai informasi, mobil tersebut terdaftar di wilayah Bekasi atas nama perusahaan. Sedangkan untuk biaya servis berkala di bengkel resmi berada di kisaran Rp 2 jutaan hingga Rp 3 jutaan, sudah termasuk ganti oli dan bergantung pada penggantian komponen. Kesimpulan Setelah tiga tahun kepemilikan, Honda HR-V masih menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, dimensi ringkas, dan kenyamanan yang cukup baik untuk penggunaan harian. Namun, calon konsumen juga perlu memahami kompromi yang ada, mulai dari kapasitas tangki bahan bakar, kepraktisan bagasi, hingga karakter fitur keselamatan yang agresif. Bagi pengguna yang mencari SUV kompak untuk mobilitas harian dan perjalanan keluarga ringan, HR-V tetap relevan. Namun, pengalaman jangka panjang seperti yang dialami Amir menunjukkan bahwa tidak semua keunggulan terasa sempurna ketika mobil dipakai bertahun-tahun dalam kondisi nyata. Plus: Konsumsi BBM tergolong hemat, ukuran bodi pas buat perkotaan, kenyamanan dan handling cukup seimbang, fitur hiburan membantu untuk harian. Minus: Kapasitas tangki BBM terasa kecil, muncul bunyi-bunyi dari kaki-kaki, visibilitas ke depan kurang luas, kepraktisan bagasi terbatas, Honda Sensing terlalu sensitif saat berjalan pelan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang