Harga mobil bekas yang jauh di bawah pasaran memang kerap menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli. Tidak sedikit konsumen tergoda karena merasa mendapatkan kesempatan langka untuk membeli kendaraan dengan harga murah. Namun, di balik penawaran tersebut, calon pembeli perlu lebih waspada. Sebab, harga yang terlalu rendah sering kali menjadi strategi utama pelaku penipuan untuk menarik perhatian korban dalam transaksi mobil bekas. Menurut Jeffrey, pemilik Otospector, pola seperti ini banyak ditemukan terutama pada transaksi online dan jual beli antarperseorangan yang minim proses verifikasi. “Biasanya pelaku sengaja memasang harga di bawah pasar supaya calon pembeli cepat tertarik dan tidak sempat melakukan pengecekan lebih dalam terhadap kendaraan,” kata Jeffrey kepada Kompas.com, Senin (11/5/2026). Jeffrey menjelaskan, setelah korban tertarik, pelaku umumnya mulai membangun rasa urgensi. Misalnya dengan mengatakan ada banyak peminat lain atau kendaraan harus segera terjual karena alasan ekonomi tertentu. Kondisi tersebut sering membuat pembeli terburu-buru mengambil keputusan, bahkan ada yang langsung mentransfer uang tanda jadi tanpa melihat kendaraan secara langsung maupun memeriksa kelengkapan dokumen. Selain itu, harga murah juga kerap digunakan untuk menutupi masalah pada kendaraan, mulai dari status mobil yang masih kredit, bekas tabrakan berat, bekas banjir, hingga dokumen yang tidak lengkap. Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok Menurut Jeffrey, masyarakat perlu memahami bahwa harga kendaraan bekas umumnya memiliki standar pasar tertentu. Karena itu, penawaran yang terlalu jauh di bawah harga normal patut dicurigai. “Kalau selisih harganya terlalu jauh dibanding pasaran, pembeli harus ekstra hati-hati. Jangan langsung tergoda hanya karena murah,” ujarnya. Ia menyarankan calon pembeli untuk membandingkan harga kendaraan serupa di pasaran sebelum melakukan transaksi. Pemeriksaan identitas penjual, kondisi mobil, dan legalitas dokumen juga harus dilakukan secara menyeluruh. Dengan semakin maraknya transaksi mobil bekas melalui platform digital dan media sosial, kewaspadaan konsumen menjadi faktor penting agar tidak terjebak penipuan yang memanfaatkan harga murah sebagai umpan utama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang