Fenomena sepeda motor mengangkut muatan es batu dalam jumlah besar masih sering ditemui di sejumlah daerah. Tidak sedikit pengendara membawa muatan melebihi kapasitas hingga posisi berkendara menjadi tidak seimbang. Selain membahayakan diri sendiri, kondisi tersebut juga berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan lain. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), kebiasaan membawa muatan berlebihan dengan sepeda motor sebaiknya tidak dilakukan karena memiliki banyak risiko. “Segala sesuatu yang tidak pada mestinya termasuk yang berlebihan sebaiknya tidak dilakukan. Gaya berkendara seperti itu tentunya akan sangat membahayakan diri, orang lain, kendaraan bahkan muatan itu sendiri,” kata Victor kepada Kompas.com, Selasa (26/5/2026). Ilustrasi pengendara motor bawa muatan es batu. Victor menjelaskan, membawa muatan es batu dengan kapasitas overload dan overdimensi dapat mengganggu keseimbangan kendaraan. Posisi berkendara menjadi asimetris sehingga motor lebih mudah oleng, terutama saat melintasi jalan dengan kontur kurang baik. “Dalam berkendara maka keseimbangan akan sangat terganggu, selain karena posisi yang akan asimetris, beban berlebihan juga berisiko membuat kendaraan oleng. Belum lagi biasanya dilakukan di jalan-jalan pinggiran yang kondisinya kurang baik,” katanya. Selain faktor keselamatan, kondisi tersebut juga dapat mempercepat kerusakan komponen kendaraan. Beban yang terlalu berat membuat pelek, ban, hingga bodi motor bekerja di luar batas kemampuan normal. Victor mengatakan, air yang menetes dari muatan es batu juga bisa menimbulkan bahaya lain di jalan. Permukaan aspal dapat menjadi licin sehingga meningkatkan risiko kendaraan tergelincir. “Ini juga akan merusak kendaraan, baik secara pelek, ban sampai dengan bodi kendaraan, di samping air yang menetes ke jalan sebagian juga bisa berpotensi membuat licin,” kata Victor. Sebagai solusi, Victor menyarankan pengangkut es batu menggunakan kendaraan yang memang dirancang untuk membawa barang, seperti motor roda tiga atau mobil pikap. Menurut dia, opsi tersebut memang membutuhkan biaya tambahan, tetapi jauh lebih aman dan efisien. “Pembawa es batu bisa menggunakan kendaraan roda tiga yang memang diperuntukkan untuk memuat barang di belakang, maupun secara patungan menyewa mobil pikap karena akan memuat jauh lebih banyak dan aman,” ujar Victor. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang