Menerapkan gaya berkendara eco riding pada sepeda motor tidak hanya berdampak pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebiasaan berkendara dengan kecepatan yang relatif konstan juga dapat membantu menjaga kondisi sejumlah komponen motor agar lebih awet. Wahyu Budhi, Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer Honda di wilayah Jakarta dan Tangerang, mengatakan, berkendara secara efisien dapat mengurangi beban kerja pada komponen motor. Menurut dia, pengendara sebaiknya menjaga kecepatan agar tetap stabil dan tidak terlalu sering melakukan akselerasi maupun pengereman secara agresif. Test ride Honda Beat Deluxe "Kalau buat saya, motor itu nyamannya (melaju) di angka 60 km/jam. Ya, 60 km/jam lebih sedikit atau kurang sedikit," ujar Wahyu, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Bikin Komponen Lebih Awet Wahyu menjelaskan, pola berkendara dengan kecepatan yang konstan membuat kerja komponen penggerak motor menjadi lebih teratur. Kondisi tersebut berbeda dengan kebiasaan berkendara yang sering melakukan buka-tutup gas secara berulang, kemudian diikuti pengereman dan kembali melakukan akselerasi. "Untuk suku cadangnya, seperti CVT atau komponen penggerak lainnya, itu kalau berkendaranya konstan di kecepatan itu, akan lebih awet dibandingkan yang suka gas, rem, gas, rem," kata Wahyu. Ilustrasi servis motor Honda di AHASS Pada motor matik, komponen seperti CVT memiliki peran penting dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Cara berkendara yang terlalu agresif dapat membuat perubahan kerja komponen berlangsung lebih sering. Selain berpotensi meningkatkan konsumsi BBM, kebiasaan gas dan rem secara berulang juga membuat komponen bekerja lebih berat dibandingkan ketika motor digunakan dengan ritme berkendara yang lebih stabil. Telat Servis Sedikit, Performa Masih Terjaga Menurut Wahyu, kebiasaan berkendara secara konstan juga dapat membantu menjaga performa motor ketika jadwal perawatan berkala sedikit terlambat. Ilustrasi pengecekan lampu motor di bengkel AHASS Meski demikian, hal tersebut bukan berarti pengendara boleh mengabaikan jadwal servis yang sudah ditentukan oleh pabrikan. Wahyu menambahkan, jika motor digunakan dengan gaya berkendara yang relatif stabil, kondisi kendaraan masih dapat terasa cukup baik meski pemilik terlambat melakukan servis. Wahyu menambahkan, jika kebiasaan berkendaranya di kecepatan konstan, saat telat servis sekitar seminggu, performa motor masih cukup prima. Karena itu, penerapan eco riding sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai cara untuk mengurangi konsumsi BBM. Gaya berkendara yang lebih halus, menjaga kecepatan tetap stabil, serta mengurangi kebiasaan akselerasi dan pengereman secara berlebihan juga dapat membantu menjaga komponen motor dalam jangka panjang.