Kemunculan brand-brand baru asal China membuat produsen lama asal Jepang mulai 'kelimpungan'. Bahkan, di Indonesia, dealer mobil asal Negeri Sakura pelan-pelan mulai berguguran. Apa kata Kementerian Perindustrian (Kemenperin) soal fenomena tersebut?Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, produsen mobil asal Jepang harus bisa menyesuaikan diri dengan keinginan pasar di Indonesia. Sebab, hanya dengan cara tersebut, mereka bisa tetap bersaing dengan brand-brand asal China. Situasi itu, kata Agus, tentu menjadi tantangan untuk merek-merek asal Jepang. Mereka harus putar otak untuk tetap bisa relevan dengan konsumen-konsumen di Tanah Air."Saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market," ujar Agus Gumiwang, dikutip dari Antaranews, Sabtu (11/4).Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita Foto: Dok. KemenperinSelain itu, Agus mengingatkan, produsen Jepang perlu lebih jeli membaca arah kebijakan pemerintah yang kini bergerak cepat menuju kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle (EV). Menurutnya, pergeseran itu akan semakin kuat seiring dorongan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.Menurutnya, dinamika global termasuk konflik di kawasan Timur Tengah memberikan pelajaran penting terkait ketahanan energi nasional. Itulah mengapa, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil dalam proses produksi, termasuk di sektor otomotif."Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," kata dia.Sebagai catatan, persiangan otomotif di Indonesia makin ketat seiring kemunculan brand-brand baru asal China. Terbaru, salah satu dealer Honda Prospect Motor (HPM) harus menutup dealer-nya di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan."Kami Honda Pondok Pinang, pamit undur diri. Terimakasih atas dukungan dan kepercayaannya terhadap kami," demikian bunyi takarir akun @Hondaponpin, beberapa waktu lalu.