Dealer mobil Jepang berguguran di Indonesia. Lantas bagaimana dengan catatan penjualannya?Pabrikan China terus menjejali pasar otomotif Indonesia dengan pilihan mobil yang beragam. Kebanyakan bermain di segmen kendaraan listrik. Ini menjadi celah bagi para pabrikan China, sebab pabrikan Jepang yang selama ini mendominasi pasar roda empat di dalam negeri justru belum banyak bermain di sana. Pabrikan Jepang kebanyakan masih mengandalkan mobil bermesin konvensional. Namun demikian, semakin ke sini pabrikan Jepang mulai menghadirkan ragam opsi kendaraan elektrifikasi lewat mobil hybrid, PHEV, hingga EV. Mobil listrik yang ditawarkan para produsen Jepang itu juga punya harga menarik. Bahkan bersaing dengan deretan mobil bermesin konvensional dari pabrikan Jepang. Fitur yang disematkan juga cukup lengkap. Tidak sedikit juga masyarakat Indonesia yang mulai beralih ke mobil listrik China itu karena menjanjikan biaya operasional lebih rendah dan juga tak dikenai pajak tahunan.Strategi ini membuat mobil China mulai banyak dilirik. Mobil Jepang pun dibuat kelimpungan. Dealer-dealer mobil Jepang mulai berguguran. Khususnya kalau bicara merek Honda, dalam setahun belakangan dealer mobil Honda itu banyak yang tutup. Beberapa justru berganti jadi dealer mobil China.Tapi bagaimana dengan penjualan mobil Jepang di Indonesia? Kalau berkaca pada data penjualan yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, pada tahun 2025, merek-merek Jepang masih mendominasi. Toyota misalnya belum tergoyahkan di posisi puncak. Penjualan mobil Toyota tahun 2025 secara retail itu mencapai 258.923 unit atau meraup 31,1 persen pangsa pasar.Namun kalau dirunut dua tahun sebelumnya, penjualan Toyota itu memang terpantau menurun. Pada tahun 2023 misalnya, penjualannya masih tembus 325.395 unit kemudian tahun 2024 293.788 unit. Selanjutnya untuk Daihatsu, juga mengalami penurunan penjualan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, penjualan retail Daihatsu mencapai 194.108 unit, namun tahun 2024 hanya 168.263 unit, dan 2025 137.855 unit.Mitsubishi juga demikian, tahun 2023 penjualannya masih tembus 81.792 unit. Berlanjut tahun 2024 turun menjadi 74.030 unit dan 2025: 70.338 unit. Tren penurunan juga dialami Suzuki. Pada tahun 2023, Suzuki membukukan penjualan sebanyak 82.244 unit, tahun 2024 turun menjadi 69.362 unit, dan 2025 hanya 64.838 unit.Honda justru mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Tahun 2023 penjualan Honda masih tembus 128.010 unit, kemudian tahun 2024 merosot jadi 103.023 unit. Tahun 2025 bahkan penjualan Honda secara retail itu tak lagi tembus 100 ribu unit, melainkan hanya 70.338 unit.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya sudah mewanti-wanti para pabrikan Jepang agar bisa cepat beradaptasi. Sebab, kini tren kendaraan global mengarah ke ranah elektrifikasi yang kini didominasi mobil China."Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," ucap Agus belum lama ini.