Penggunaan fast charging atau pengisian daya cepat pada mobil listrik kini semakin umum digunakan, terutama untuk menunjang mobilitas harian dan perjalanan jarak jauh. Namun, masih banyak pengguna kendaraan listrik yang khawatir penggunaan fast charging terlalu sering dapat memengaruhi usia pakai baterai. Menanggapi hal tersebut, Aftersales Service Operation Manager Jaecoo, Bayu Agus Mustofa mengatakan, penggunaan fast charging pada dasarnya aman selama dilakukan dengan cara yang tepat. Menurut dia, pola penggunaan kendaraan menjadi faktor penting dalam menentukan frekuensi pemakaian fast charging. “Ini balik lagi terkait dengan penggunaan sehari-hari. Biasanya apabila mobilitas tinggi, usahakan maksimal pengisi fast charging itu di 80 persen,” ujar Bayu di Jakarta Utara, Minggu (24/5/2026). Ia menjelaskan, membatasi pengisian daya cepat hingga sekitar 80 persen dapat membantu menjaga kondisi baterai tetap optimal, terutama pada kendaraan yang digunakan dengan intensitas tinggi setiap hari. Selain itu, suhu baterai kendaraan juga perlu diperhatikan saat proses pengisian daya berlangsung. “Suhu kendaraan juga perlu diperhatikan, dan juga mungkin perlu dikalibrasi secara bulanan untuk ke 100 persen,” kata Bayu. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN dengan tipe ultra fast charging 200 kW Kalibrasi baterai sendiri dilakukan untuk membantu sistem membaca kapasitas baterai secara lebih akurat. Namun untuk proses tersebut, Bayu menyarankan pengguna menggunakan slow charging atau pengisian daya normal di rumah. “Kami sarankan untuk menggunakan slow charging atau genomic charging yang ada di rumah,” ujarnya. Sebagai informasi, fast charging memungkinkan baterai mobil listrik terisi jauh lebih cepat dibanding pengisian daya biasa. Namun proses pengisian cepat umumnya menghasilkan suhu lebih tinggi pada baterai sehingga pengguna tetap disarankan memperhatikan pola pengisian daya agar kesehatan baterai tetap terjaga dalam jangka panjang. Saat ini, sebagian besar mobil listrik modern juga sudah dibekali battery management system (BMS) untuk mengatur suhu dan arus listrik selama proses charging berlangsung. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang