Kondisi mobil bertransmisi matik yang terasa loyo kerap disadari pengemudi saat berakselerasi. Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah ketika pedal gas sudah diinjak dalam, tetapi laju kendaraan tidak bertambah signifikan. Situasi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda awal adanya masalah pada sistem transmisi. Menurut Freddy, Direktur Domo Transmisi, cara paling sederhana untuk mengetahui apakah transmisi matik masih sehat atau tidak adalah dengan merasakannya langsung saat mobil dibawa berjalan. “Untuk transmisi matik, cara mengetahui masih responsif atau tidak itu harus dibawa jalan. Coba ditarik mobilnya, digas sedikit, dilihat perpindahan giginya apakah aman, tenaga masih terasa, dan kecepatannya bertambah,” kata Freddy kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Transmisi matik Freddy menjelaskan, transmisi matik yang masih normal akan merespons input gas dengan baik. Saat pedal diinjak, perpindahan gigi terasa halus, tenaga mesin tersalurkan dengan benar, dan kecepatan mobil meningkat seiring putaran mesin. Sebaliknya, transmisi matik yang bermasalah biasanya menunjukkan gejala keterlambatan respons. Salah satunya, gigi terasa “tertahan” di posisi tertentu meski pedal gas sudah diinjak cukup dalam. “Kalau sudah tidak responsif, biasanya giginya seperti tertahan di gigi tertentu. Injak gas sudah dalam, tapi kecepatannya masih segitu-segitu saja,” ujar Freddy. Kondisi tersebut, kata Freddy, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari oli transmisi yang sudah menurun kualitasnya, komponen internal yang haus, hingga gangguan pada sistem hidrolik atau kontrol transmisi. Karena itu, ia menyarankan pemilik mobil matik untuk tidak mengabaikan gejala penurunan respons akselerasi. Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah dan biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang