SOLO, KOMPAS.com - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi periode dengan peningkatan signifikan volume kendaraan di jalan tol. Kondisi ini membuat risiko gangguan perjalanan, termasuk ban mobil bocor, semakin besar, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh. Maka dari itu, pengemudi perlu memahami cara aman mengganti ban mobil bocor di jalan tol saat libur Nataru, agar tidak membahayakan diri sendiri, penumpang, maupun pengguna jalan lain. Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, pengemudi untuk segera mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu hazard saat ban mobil bocor di jalan tol, sambil meminggirkan kendaraan secara perlahan ke bahu jalan. Arus lalu lintas di Km 55 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Jumat (26/12/2025) sore. "Sejak saat itu, jangan matikan lampu hazard, sepanjang berhenti di bahu jalan," ujar Jusri, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Setelah kendaraan berhenti dengan aman, pengemudi perlu memasang segitiga pengaman di belakang mobil sesuai prosedur yang benar guna meningkatkan keselamatan di jalan tol. "Ada jarak khusus yang perlu diperhatikan ketika memasang segitiga pengaman. Jaraknya sendiri disesuaikan dengan kondisi jalan dan rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas. Tujuannya juga untuk memberikan kesempatan pengemudi lain untuk menganalisa keberadaan kita dan untuk bereaksi," kata Jusri. Jusri menambahkan, di jalan tol segitiga pengaman sebaiknya dipasang dengan jarak minimal 50 meter dari kendaraan, menyesuaikan kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas sekitar 80 km/jam. "Pada jalan tol kita tidak bisa meletakkannya 30 meter, tapi sekitar 50 meter. Karena kendaraan dengan kecepatan 80 kpj, memerlukan waktu berhenti 44-45 meter sejak mereka melihat menyadari ada segitiga pengaman," kata Jusri. Setelah segitiga pengaman terpasang, proses penggantian ban baru dapat dilakukan. Sebelumnya, penumpang disarankan keluar dari kendaraan agar posisi mobil lebih stabil, namun tetap berada di lokasi yang aman dan tidak berkeliaran. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang