Produsen otomotif asal China, BYD, tengah menyiapkan model hatchback Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbaru. Mobil ini disiapkan untuk pasar Eropa, sekaligus menjadi tanda perluasan strategi elektrifikasi BYD yang tidak hanya menyajikan mobil listrik murni. Dikutip dari Carnewschina, Kamis (18/12/2025), Wakil Presiden BYD, Stella Li, mengatakan bahwa model bernama Dolphin G tersebut akan menjadi mobil pertama BYD yang sejak awal dikembangkan khusus untuk pasar Eropa. Berbeda dari model lain yang umumnya merupakan adaptasi produk pasar China, Dolphin G dirancang menyesuaikan karakter dan kebutuhan konsumen Eropa. Dolphin G dijadwalkan meluncur pada tahun depan dan akan mengusung strategi peluncuran Europe-first, serupa dengan Atto 2 DM-i. Model plug-in hybrid tersebut lebih dulu diperkenalkan di Eropa sebelum dipasarkan di China. Secara posisi pasar, BYD Dolphin G akan bermain di segmen hatchback ringkas plug-in hybrid. BYD Dolphin facelift Di Eropa, mobil ini akan berhadapan langsung dengan model yang sudah lebih dulu mapan, seperti Volkswagen Golf GTE. Kehadirannya juga akan melengkapi Dolphin versi listrik murni yang saat ini sudah dijual di kawasan tersebut. Meski masih beberapa bulan lagi menuju debut resmi, sejumlah informasi awal mulai terungkap. Dolphin G disebut akan berbagi teknologi plug-in hybrid dengan Atto 2 DM-i, yang di China dipasarkan dengan nama Yuan Up. Untuk dapur pacu, Dolphin G akan dibekali mesin bensin 1.500 cc empat silinder yang dipadukan dengan motor listrik di bagian depan. Sistem ini mampu bekerja dalam mode hybrid seri maupun paralel. Pada Atto 2 DM-i, konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 193 kW atau 258 Tk, konsumsi bahan bakar sekitar 1,8 liter per 100 kilometer atau 55 km per liter, serta jarak tempuh listrik murni hingga 90 kilometer. Namun, BYD belum mengumumkan secara resmi spesifikasi performa khusus Dolphin G. Stella Li menegaskan bahwa Dolphin G bukan sekadar versi lokalisasi dari model China. Ia menjelaskan bahwa permintaan hatchback plug-in hybrid di pasar domestik China tergolong sangat terbatas, sehingga BYD memutuskan untuk memfokuskan pengembangan model ini khusus bagi konsumen Eropa. Sejalan dengan ekspansi tersebut, BYD juga berencana memulai produksi lokal di Eropa melalui pabriknya di Hungaria pada tahun depan. Pada tahap awal, fasilitas tersebut akan memproduksi Dolphin Surf dan Atto 2, sebelum kemudian disusul oleh Dolphin G. Strategi ini serupa dengan pendekatan yang sebelumnya diterapkan pada Atto 2 DM-i, yang lebih dulu dipasarkan di Eropa sebelum masuk ke China. Meski model ini diperuntukkan untuk pasar Eropa, tak menutup kemungkinan apabila nantinya BYD menawarkan Dolphin dengan teknologi PHEV di Indonesia, mengingat saat ini mobil dengan teknologi PHEV cukup banyak diminati di Tanah Air. Sebagai informasi, saat ini BYD menawarkan Dolphin dengan varian listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) di Indonesia dengan harga mulai Rp 369 juta untuk varian Dynamic dan Rp 429 juta untuk tipe Premium. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang