BYD dikabarkan bakal memberikan peningkatan pada Atto 1 dan Dolphin. Kedua model mobil listrik tersebut akan disematkan sensor LiDAR (Light Detection and Ranging). Untuk diketahui, sensor LiDAR adalah teknologi yang menggunakan laser untuk mengukur jarak secara presisi ke objek. Sensor ini sangat membantu Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi lebih presisi. Atto 1 dan Dolphin saat ini disematkan dengan sistem bantuan pengemudi DiPilot 100 (God’s Eye C) yang dilengkapi dengan 12 kamera, 5 radar gelombang milimeter, dan 12 sensor ultrasonik. Kini, BYD siap meningkatkan sistem persepsinya dengan sensor baru. Sensor LiDAR bakal disematkan di BYD Atto 1 dan Dolphin Dikutip dari Carnewschina.com, Jumat (9/1/2026), Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) mengumumkan bahwa Atto 1 dan Dolphin akan dilengkapi secara opsional dengan sensor LiDAR selama proses homologasi domestik. Regulator tersebut membagikan foto sensor-sensor tersebut yang terpasang di garis atap model-model yang disebutkan. Penambahan sensor ini berarti Atto 1 dan Dolphin dapat dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 alias God’s Eye B. Hanya mobil-mobil BYD kelas atas dan model Denza yang sebelumnya mengadopsi sistem semacam ini. DiPilot 300 menggunakan sensor LiDAR tunggal yang diproduksi oleh Robosense, dengan jangkauan deteksi 350 meter. Pengalaman kepemilikin BYD Dolphin selama satu tahun Keuntungan lain dari sistem DiPilot 300 adalah chip Nvidia Drive Orin, yang memiliki daya komputasi puncak sebesar 254 TOPS. Hal ini memungkinkan mobil untuk menjalankan fungsi Navigate On Autopilot (NOA) di jalan perkotaan dan tol. Penggunaan sensor berpresisi tinggi dan prosesor bertenaga pada model entry-level masih jarang ditemui. Langkah ini membuat BYD ingin selangkah lebih maju di segmen tersebut. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang