Ducati mulai kehilangan dominasi absolut di MotoGP dalam beberapa musim terakhir. Hal ini diakui langsung oleh manajer tim, Davide Tardozzi, yang menilai pabrikan rival kini semakin kompetitif, khususnya Aprilia Racing. Dikutip GPOne, menurutnya Aprilia menunjukkan peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya. Bahkan, selisih performa kini semakin tipis. Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP) “Aprilia berkembang pesat. Mereka memangkas gap hingga beberapa persepuluh detik dan itu peningkatan yang besar,” ujar Tardozzi dikutip Senin (30/3/2026). Meski begitu, ia menilai kondisi Marc Marquez belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik. Insiden yang dialami di Indonesia disebut masih membekas. “Kalau ditanya persentase, sulit dijawab. Tapi jelas dia belum dalam kondisi terbaik,” kata Tardozzi. Ia menambahkan, dampak kecelakaan tersebut masih terasa, terutama dari sisi fisik. Marquez disebut belum sepenuhnya pulih, yang turut memengaruhi performanya di lintasan. Di sisi lain, Tardozzi juga menyoroti tantangan teknis yang dihadapi Ducati saat ini. Salah satunya terkait daya tahan ban belakang yang dinilai belum optimal, terutama saat balapan panjang. “Kami terlalu bergantung pada ban belakang. Dalam beberapa kondisi, performanya cepat menurun,” ujarnya. Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, melaju di depan pebalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, dalam balapan MotoGP Valencia 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 16 November 2025. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP) Meski menghadapi tekanan dari rival, Ducati tetap optimistis bisa kembali bersaing di papan atas. Tardozzi menegaskan, peluang meraih gelar juara dunia masih terbuka. “Situasinya memang sulit, tapi belum berakhir. Kami masih punya kesempatan untuk kembali ke jalur perebutan gelar,” kata dia. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi internal tim agar kesalahan serupa tidak terulang di seri berikutnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang