Mengendarai mobil sport atau supercar bukan sekadar mampu menginjak pedal gas dan mengendalikan setir. Kendaraan berperforma tinggi tersebut membutuhkan kemampuan mengemudi di atas rata-rata karena memiliki karakter yang jauh berbeda dibanding mobil harian. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, kemampuan mengemudi terbagi ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari Green (pemula), Basic (dasar), Safety, Advanced, hingga Master yang umumnya dimiliki instruktur atau pebalap. Menurut dia, mengendarai mobil sport, supercar, hypercar, maupun mobil balap tidak cukup hanya bermodal bisa menyetir. Pengemudi setidaknya harus memiliki kemampuan di level Advanced agar mampu mengendalikan karakter kendaraan yang memiliki performa tinggi. Komunitas Supercar Bali di Nusa Penida "Untuk mengemudi mobil sport, supercar, hypercar, atau mobil balap, itu setidak-tidaknya butuh level Advanced," kata Sony kepada Kompas.com, belum lama ini. Sony menjelaskan, pengemudi di level tersebut sudah memahami karakter mobil secara menyeluruh, mulai dari fitur keselamatan, besarnya tenaga mesin, hingga keseimbangan kendaraan saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Dengan bekal tersebut, pengemudi dapat mengendalikan performa mobil secara tepat sesuai kondisi yang dihadapi. "Di level ini, si pengemudi sudah memenuhi unsur pemahaman tentang fitur, tenaga, dan keseimbangan kendaraannya di kecepatan tinggi. Sehingga, dengan mudah dan cepat menyesuaikan atau melengkapi kebuasannya," kata Sony. Selain memahami karakter kendaraan, pengemudi juga harus mampu mengontrol diri saat berada di balik kemudi. Salah satunya dengan mengetahui batas kemampuan mobil dan menentukan seberapa besar tekanan pada pedal gas sesuai situasi di jalan. "Setidaknya akal sehat pengemudi bisa menentukan seberapa dalam pedal gas diinjak. Ini penting sekali karena mobil jenis tersebut sangat membahayakan di tangan pengemudi yang hanya tahu dasar-dasar berkendara," ucapnya. Sony menambahkan, kemampuan mengemudikan mobil berperforma tinggi tidak hanya diukur dari kemampuan melaju kencang dalam kondisi ideal, tetapi juga dari kesiapan pengemudi mengambil tindakan yang tepat ketika kendaraan kehilangan kendali atau menghadapi situasi darurat "Karena mengemudi mobil ini tidak hanya di kondisi terkontrol saja. Tetapi, apa yang harus dilakukan untuk menghindari yang tidak terkontrol dan itu hanya dimiliki pengemudi berlevel Advanced," kata Sony. Ia juga menilai masih banyak kecelakaan yang melibatkan mobil sport maupun supercar yang kerap dikaitkan dengan faktor nasib atau kesialan. Padahal, menurutnya, penyebab utamanya sering kali karena kemampuan pengemudi belum memadai untuk mengendalikan kendaraan dengan performa setinggi itu. "Berkali-kali mobil sport atau supercar seperti ini kecelakaan dan banyak yang selalu bilang lagi apes atau sial. Padahal, memang pengemudinya tidak punya kemampuan," kata Sony.