Pasar mobil lelang di Indonesia masih menunjukkan performa positif pada Kuartal I/2026. Kendaraan berbahan bakar bensin (BBM) tetap menjadi pilihan utama konsumen, terutama karena faktor efisiensi dan biaya operasional yang lebih terjangkau. Berdasarkan data JBA Indonesia, hingga kuartal pertama tahun ini telah dilelang lebih dari 40.000 unit mobil bekas. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan lelang, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha. Ilustrasi lelang mobil bekas di JBA Indonesia Marketing & Sales Division Head JBA Indonesia, Johan Wijaya, mengatakan bahwa segmen kendaraan hemat biaya masih mendominasi pilihan konsumen. “Kendaraan kategori LCGC dan MPV seperti Toyota Avanza, Toyota Calya, dan Toyota Agya masih cukup diminati karena efisien dalam konsumsi BBM serta mudah dalam perawatan,” ujar Johan, dalam keterangannya kepada Kompas.com (28/4/2026). “Sementara untuk kebutuhan usaha, kendaraan niaga seperti Daihatsu Gran Max, Mitsubishi Triton, hingga truk juga banyak dicari,” kata dia. Ilustrasi lelang mobil bekas di JBA Indonesia Tren ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika sektor energi, konsumen masih mengutamakan kendaraan yang irit bahan bakar dan mudah dirawat. Hal ini sekaligus menjadi alasan kuat mengapa mobil bekas di segmen LCGC dan MPV tetap laris di pasar lelang. Tak hanya itu, kebutuhan kendaraan untuk usaha juga terus meningkat, terutama di sektor distribusi dan logistik. Kendaraan niaga seperti pikap dan truk menjadi pilihan utama pelaku usaha karena fleksibilitas dan daya angkutnya. Toyota Avanza 1.5 G CVT Preferensi Berbeda di Tiap Wilayah Menariknya, JBA juga mencatat adanya perbedaan preferensi kendaraan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Kuartal I/2026. Di Pulau Jawa, kendaraan penumpang mendominasi, seperti Toyota Avanza tipe G (1.3–1.5), Toyota Calya tipe G 1.2, serta Daihatsu Sigra. Tingginya mobilitas harian membuat kendaraan irit dan mudah dirawat menjadi favorit. Daihatsu Sigra facelift 2019 Sementara itu di Sumatera, permintaan cenderung seimbang antara kendaraan penumpang dan niaga. Selain Avanza dan Calya, kendaraan seperti Suzuki Carry pick up dan Mitsubishi Colt L300 banyak diminati untuk mendukung sektor logistik dan perkebunan. Di Kalimantan, kebutuhan kendaraan operasional lebih dominan. Model seperti Mitsubishi Canter, Triton double cabin, serta Gran Max pick up menjadi pilihan utama untuk aktivitas industri. Sedangkan di Sulawesi, tren kembali seimbang antara kendaraan penumpang dan niaga. Avanza dan Calya tetap populer untuk mobilitas harian, sementara Gran Max pick up digunakan untuk kebutuhan usaha. Test Drive Mitsubishi Triton Secara keseluruhan, pasar mobil bekas, khususnya di balai lelang pada awal 2026 menunjukkan permintaan yang tetap kuat. Kombinasi antara harga yang lebih terjangkau, efisiensi, serta kebutuhan usaha membuat kendaraan bekas, terutama di segmen LCGC, MPV, dan niaga, masih menjadi incaran utama konsumen di berbagai daerah. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang