ALVA menghadirkan skema baru untuk kepemilikan motor listrik N3 Next Gen melalui program Berlangganan Baterai Sewa Proporsional, Asik, Sesuai atau Bebas PAS (Bebas PAS). Skema tersebut memungkinkan konsumen membayar biaya berlangganan baterai sesuai dengan intensitas penggunaan kendaraan setiap bulannya. Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer ALVA, mengatakan, Bebas PAS merupakan skema sewa baterai berlangganan yang secara khusus dikembangkan untuk ALVA N3 Next Gen. Skema Paket Hemat "Skema ini dikembangkan untuk ALVA N3 Next Gen dengan mempertimbangkan kebutuhan dan masukan dari konsumen, khususnya terkait fleksibilitas biaya sesuai dengan tinggi rendahnya intensitas penggunaan kendaraan, sehingga struktur biaya menjadi proporsional sesuai kebutuhan konsumen," ujar Putu, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Alva N3 Next Gen jadi salah satu motor baru di IIMS 2026 Melalui skema tersebut, konsumen tetap dikenakan biaya berlangganan baterai setiap bulan. Namun, terdapat tambahan biaya yang besarannya menyesuaikan total jarak tempuh kendaraan. "Dalam skema Bebas PAS, biaya berlangganan baterai sebesar Rp 125.000 tetap dibayarkan setiap bulan. Selain itu, terdapat Biaya PAS yang disesuaikan dengan total pemakaian bulanan," kata Putu. ALVA membagi Biaya PAS ke dalam tiga kategori berdasarkan jarak penggunaan motor listrik selama satu bulan. Test ride motor listrik Alva N3 Untuk penggunaan hingga 700 kilometer, konsumen tidak dikenakan biaya tambahan. Sementara penggunaan antara 701 km hingga 1.800 km dikenakan Biaya PAS sebesar Rp 75.000. Adapun konsumen yang menggunakan kendaraan dengan jarak tempuh lebih dari 1.800 km dalam sebulan akan dikenakan Biaya PAS sebesar Rp 225.000. Dengan demikian, konsumen yang menggunakan motor listrik untuk kebutuhan harian dengan jarak tempuh relatif rendah cukup membayar biaya berlangganan baterai sebesar Rp 125.000 per bulan. Test ride motor listrik Alva N3 Rincian Biaya PAS yang Berlaku Jarak penggunaan 0 – 700 Km: Rp 0 Jarak penggunaan 701 – 1.800 Km: Rp 75.000 Jarak penggunaan di atas 1.800 Km: Rp 225.000 Putu menjelaskan, perhitungan jarak tempuh dilakukan berdasarkan akumulasi penggunaan kendaraan dalam satu bulan kalender. "Perhitungan dilakukan berdasarkan total pemakaian dari tanggal 1 hingga akhir bulan dan ditagihkan secara pascabayar," ujarnya. Skema tersebut membuat biaya penggunaan baterai menjadi lebih fleksibel karena konsumen dengan mobilitas rendah tidak perlu membayar tarif tambahan yang sama dengan pengguna yang memiliki jarak tempuh lebih tinggi. Model pembayaran semacam ini juga menjadi salah satu upaya ALVA untuk menyesuaikan biaya kepemilikan motor listrik dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Putu menambahkan, melalui Bebas PAS, ALVA ingin memberikan pilihan kepemilikan kendaraan listrik yang semakin fleksibel sesuai dengan pola penggunaan konsumen sehari-hari, sekaligus mendukung percepatan adopsi masyarakat Indonesia menuju kendaraan listrik.