Kabar mengejutkan datang dari garasi Yamaha di seri MotoGP Spanyol belum lama ini. Pebalap asal Spanyol, Alex Rins, dipastikan akan berpisah dengan pabrikan berlogo garpu tala tersebut pada akhir musim 2026. Keputusan ini tergolong mendadak karena Rins baru menerima konfirmasi tersebut melalui sambungan telepon beberapa hari sebelum balapan di Jerez dimulai. Meski performa Yamaha memang sedang mengalami tren negatif, keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak Rins setelah hanya menjalani beberapa seri pertama dianggap cukup prematur. Alex Rins saat berlaga pada MotoGP Amerika 2026 Diputus Setelah Tiga Seri Rins mengungkapkan kekecewaannya terhadap waktu pengambilan keputusan Yamaha. Menurutnya, tiga balapan bukanlah waktu yang cukup bagi seorang pebalap untuk membuktikan potensinya, apalagi di tengah proses adaptasi teknis yang besar. "Motivasi saya tidak berubah, meskipun ini bukan waktu yang mudah sejak saya tahu tidak akan lanjut dengan Yamaha. Saya terkejut karena hanya dalam tiga balapan mereka sudah memutuskan masa depan saya," ujar Rins dikutip dari GPOne, Senin (4/5/2026). Padahal, Rins punya catatan impresif sebagai "penakluk" motor Jepang. Ia adalah pebalap yang memberikan kemenangan terakhir untuk Suzuki di Valencia 2022, dan mempersembahkan podium tertinggi bagi LCR Honda di Austin 2023 di tengah krisis performa Honda saat itu. Rins menjelaskan bahwa dirinya telah berkomitmen penuh untuk membantu pengembangan motor YZR-M1. Transisi dari mesin inline-four ke konfigurasi V4 yang sedang dikembangkan Yamaha diakuinya memberikan feeling pengereman yang lebih baik, namun hasil di lintasan memang belum berbicara banyak. Meski merasa kecewa karena nasibnya diputus di awal musim, Rins menegaskan bahwa dirinya tetap akan memberikan yang terbaik di sisa 19 balapan musim ini. Baginya, tugas utama pebalap adalah membawa motor kembali ke jajaran depan, terlepas dari apa pun status kontraknya. "Saya merasa lebih profesional dan lebih kuat dalam beberapa hal. Saya sudah belajar menangani berbagai situasi, baik positif maupun negatif. Saya tetap Alex yang sama, yang pernah memenangkan balapan dan meraih podium," pungkasnya. Kini, Rins harus segera mencari "Plan B" untuk menyelamatkan kariernya di kelas utama jika tidak ingin musim 2026 menjadi tahun terakhirnya di MotoGP. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang