Pebalap Gresini Racing, Alex Marquez, mengakui rasa gugup dan cemas menjelang balapan MotoGP merupakan hal yang tidak bisa sepenuhnya dihilangkan. Apalagi, tekanan bisa semakin besar ketika pebalap akan menghadapi balapan penting seperti MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 9-11 Oktober 2026. Namun, Alex memiliki cara tersendiri untuk mengendalikan rasa gugup tersebut sebelum berlomba di atas kuda besi itu. Menurut Alex, dirinya memiliki ritual khusus yang dilakukan secara konsisten sebelum balapan. Rutinitas tersebut membantunya masuk ke dalam kondisi fokus sebelum menjalani balapan. "Bagaimana cara menenangkan diri sebelum balapan? Itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan. Jadi, saya punya semacam ritual bagaimana agar segala sesuatunya selalu di saat yang sama, dalam urutan yang sama," kata Alex di Jakarta, Senin (5/10/2026). "Seperti ini, saya masuk ke dalam mode fokus, bisa dibilang begitu. Tapi, rasa gugup dan rasa cemas selalu ada," lanjutnya. Alex Marquez Anggap Rasa Gugup Justru Penting Bagi Alex, rasa gugup sebelum balapan bukan sesuatu yang harus dihilangkan. Pebalap asal Spanyol itu justru menilai rasa cemas bisa membuat dirinya lebih memperhatikan berbagai hal kecil sebelum menjalani balapan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membantu pebalap tetap waspada terhadap detail-detail penting. "Dan, ya, itu adalah sesuatu yang bagus untuk dirasakan, karena dengan begitu kalian akan lebih memperhatikan hal-hal kecil, detail-detail kecil," ujar Alex. Alex juga mengingatkan agar pebalap tidak terlalu memikirkan rasa gugup tersebut. Sebab, terlalu banyak berpikir justru bisa mengganggu persiapan sebelum balapan. "Jadi, jalani saja ritualnya dan semuanya, rasa gugup itu harus diterima oleh setiap orang. Jika tidak, maka kalian akan berpikir terlalu banyak dan tidak akan melakukan pekerjaan dengan cara yang benar," katanya. Pebalap Gresini Racing - Fermin Aldeguer Fermin Aldeguer, Gugup Tergantung Situasi Balapan Hal senada disampaikan rekan setim Alex Marquez di Gresini Racing, Fermin Aldeguer. Menurut Aldeguer, tingkat kegugupan seorang pebalap bisa berbeda-beda, tergantung situasi yang dihadapi pada sebuah balapan. Misalnya, ketika harus bertarung memperebutkan posisi penting atau memulai balapan dari barisan terdepan, tekanan yang dirasakan bisa menjadi lebih besar. "Tergantung pada balapannya, kalian bisa merasa lebih gugup atau tidak terlalu gugup," kata Aldeguer. "Kalian tahu, ketika kalian bertarung untuk sesuatu dan kalian start di barisan terdepan atau semacamnya, tentu saja, kalian akan merasa lebih gugup," lanjutnya. Meski begitu, Aldeguer juga menganggap rasa gugup sebagai bagian dari pekerjaan seorang pebalap. Ia pun menerapkan ritual sebelum balapan untuk membantu menjaga fokus dan memusatkan pikirannya pada situasi yang akan dihadapi di lintasan. "Tapi, saya pikir itu selalu bagus karena, kalian menempatkan diri dalam situasi itu dan seperti yang Alex katakan, kami memiliki ritual-ritual kami sendiri untuk tetap fokus, untuk memusatkan pikiran ke dalam situasi ini," ujar Aldeguer. "Dan ya. Cukup fokus penuh. Begitu saja, kan?" kata dia.