Karet wiper di kaca depan mobil menjadi salah satu komponen yang menjadi sorotan di musim hujan. Komponen ini menjadi prioritas yang bakal diperiksa ketika melakukan perawatan. Kemampuan karet wiper membersihkan kotoran dan air di kaca depan dapat menjaga visibilitas pengemudi tetap baik. Sehingga, mobil lebih aman saat dioperasikan. Bahaya Karet Wiper Jelek Eko Setiawan, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Datsun, Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan, pada musim hujan konsumen wajib mengganti karet wiper yang sudah jelek. “Harga karet wiper tidak mahal bila dibandingkan dengan manfaatnya ketika musim hujan, itu sebabnya bila sudah jelek harus diganti, jangan sampai pandangan pengemudi terganggu,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Gangguan pandangan saat berkendara dapat membuat pengemudi kehilangan fokus, sementara kondisi lalu lintas tetap harus dalam pengawasan. “Ketika kaca depan kotor karena sapuan wiper tidak optimal, maka pengemudi harus membersihkan kaca dari luar, dari dalam tidak bisa, ini hanya bisa dilakukan bila kondisinya memungkinkan,” ucap Eko. Pengendara roda dua melintas saat hujan di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (3/11/2025). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan setelah hujan karena air langit itu, menurut temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional, mengandung mikroplastik. Bagi manusia, mikroplastik bisa menimbulkan pelbagai penyakit serius, seperti gangguan reproduksi, masalah hormonal, dan kanker. Saat hujan lebat, pembersihan kaca depan secara manual mustahil dilakukan. Artinya, harus menunggu hujan mereda untuk menghilangkan kotoran menempel di kaca depan. “Saat berhenti untuk membersihkan kaca depan juga harus diperhatikan kondisi lingkungannya, jangan sampai berhenti di bahu jalan tol atau tempat sepi, itu dapat memancing tindak kriminal,” ucap Eko. Berhenti darurat di bahu jalan atau pinggir jalan untuk sekadar membersihkan kaca depan, menurut Eko, tetap memiliki risiko. Tak jarang, kasus tabrak belakang terjadi di bahu jalan. Tanda Karet Wiper Sudah Jelek Ilustrasi hujan di dalam mobil. BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 12-13 Januari 2025 Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan tanda-tanda karet wiper sudah jelek bisa dilihat dari performa dan fisiknya. “Bila sapuan kurang optimal, menyisakan garis atau bercak air, bisa jadi karet wiper sudah jelek, bisa diperiksa apakah sobek, getas atau sudah tidak elastis, ganti bila perlu,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (17/1/2026). Selain dari ciri di atas, karet wiper yang bergetar dan bunyi juga bisa menjadi tanda kualitasnya mulai menurun. Penyebabnya bisa karena kotoran menempel. “Kalau darurat di jalan, karet wiper bisa dibersihkan dengan lap agar permukaannya tak menempel kotoran, sehingga performa bisa lebih optimal,” ucap Imun. Maka dari itu, daripada perjalanan terganggu saat musim hujan, karet wiper yang sudah jelek wajib diganti. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang