Pemulihan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan, salah satunya dengan memperkuat kembali fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan dukungan prasarana dan peralatan kesehatan untuk UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu memulihkan pelayanan kesehatan bagi lebih dari 7.200 warga dari sejumlah desa di sekitar Puskesmas Warsawe setelah terdampak gempa. Sejumlah fasilitas yang diberikan mencakup penunjang kelistrikan, ketersediaan air bersih, serta perangkat pendukung pelayanan kesehatan. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan primer, mulai dari rawat jalan, persalinan, hingga pelayanan gawat darurat. "Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026). Pemulihan fasilitas kesehatan juga akan dilanjutkan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo. Revitalisasi tersebut diharapkan membantu masyarakat kembali mendapatkan layanan kesehatan dasar, terutama pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, serta pemantauan kesehatan remaja dan lansia. Dukungan tersebut melanjutkan bantuan yang diberikan sejak masa tanggap darurat setelah gempa melanda sejumlah wilayah NTT pada Agustus 2026. Sebelumnya, Yayasan Astra Honda Motor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17-19 Agustus 2026. Bantuan yang diberikan antara lain bahan kebutuhan pokok, selimut, obat-obatan, dan vitamin. Bantuan lainnya mencakup perlengkapan sekolah, perlengkapan ibadah, kebutuhan nelayan, makanan bergizi, kebutuhan dapur umum, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses setelah bencana. "Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka," ujar General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani. Tanam 10.000 Mangrove di Kawasan Komodo Selain pemulihan pascabencana, kegiatan sosial di NTT juga dilakukan melalui rehabilitasi kawasan pesisir. Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia dan Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, Senin (5/10/2026). Penanaman dilakukan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir Pulau Komodo. Mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga kawasan pesisir, mulai dari mengurangi dampak abrasi, menjadi habitat berbagai biota, hingga menyimpan karbon atau yang dikenal sebagai blue carbon.