Aktivitas pembelian kendaraan melalui skema kredit masih menunjukkan pertumbuhan pada 2026. Kondisi ini tercermin dari penyaluran pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) yang tetap tumbuh hingga Agustus tahun ini. Perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari Grup Astra tersebut mencatatkan penyaluran pembiayaan sekitar Rp 30,7 triliun hingga Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh sekitar 12-13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur ACC Dharmawan Phie mengatakan, pertumbuhan juga terlihat jika dilihat dari jumlah unit kendaraan yang dibiayai. "Kalau secara unit, kami sampai dengan akhir Agustus bertumbuh sekitar 15 persen. Kalau secara amount yang disalurkan pembiayaannya itu juga bertumbuh sekitar 11-15 persen," kata Dharmawan, saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). astra credit company Target Pembiayaan Kendaraan 2026 Tetap Melihat capaian tersebut, ACC masih mempertahankan target penyaluran pembiayaan hingga akhir 2026. Perseroan menargetkan total pembiayaan dapat mencapai sekitar Rp 42 triliun sampai Rp 43 triliun sampai penghujung tahun. Dharmawan mengatakan, pihaknya belum melihat alasan untuk merevisi target tersebut. Menurut dia, data pembiayaan kendaraan secara nasional masih menunjukkan pertumbuhan. "Kita optimis tidak merevisi target dan kalau lihat data yang sebenarnya, pembiayaan kendaraan di Indonesia ini masih bertumbuh," kata dia. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan terhadap kendaraan, khususnya mobil, masih berjalan meski daya beli masyarakat menjadi salah satu perhatian di tengah kondisi ekonomi. Bursa mobil seken di Incheon, Korea Selatan, 12 Agustus 2025. ACC Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas Untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan, ACC tidak hanya mengandalkan penjualan mobil baru. Perusahaan juga memperkuat pembiayaan mobil bekas dan pembiayaan multiguna. Kedua segmen tersebut disebut mendapat respons positif, baik dari diler mobil bekas maupun konsumen. Langkah ini sekaligus menjadi strategi ACC untuk mengantisipasi apabila pembiayaan mobil baru mengalami perlambatan pada sisa tahun ini. Dharmawan menyebut, tekanan pembiayaan saat ini lebih terasa pada segmen alat berat. Sementara itu, pembiayaan mobil baru, mobil bekas, dan multiguna masih mencatatkan pertumbuhan. "Kami tetap optimis target 2026 bisa tercapai di awal karena keseluruhan pembiayaan mungkin yang hanya tertekan di pembiayaan alat berat," ucapnya. Dengan capaian hingga Agustus tersebut, ACC masih mengandalkan pertumbuhan pembiayaan kendaraan untuk mengejar target Rp 42 triliun sampai Rp 43 triliun pada 2026. Segmen mobil bekas dan multiguna juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kinerja pembiayaan di tengah perhatian terhadap daya beli masyarakat.