Ilustrasi kaca depan mobil klasik Dalam dunia otomotif, kemajuan teknologi membawa banyak perubahan besar. Mobil yang dulu identik dengan fitur-fitur mekanis sederhana kini telah berevolusi menjadi kendaraan penuh sensor, sistem digital, dan kecerdasan buatan. Namun, di balik semua kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan mobil modern, ada sejumlah fitur klasik yang kini nyaris punah fitur-fitur yang dulu menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri di setiap mobil. Ilustrasi mobil klasik. Dirangkum VIVA dari SlashGear Senin, 27 Oktober 2025, berikut kilas balik fitur-fitur “old school” yang dulu sering kita temui di jalan, tetapi kini sudah jarang atau bahkan tidak pernah terlihat lagi.1. Kursi Kain Bermotif Dulu, banyak mobil dilengkapi dengan interior yang cukup mencolok: kursi depan dan belakang menggunakan kain bermotif atau kombinasi warna yang mencolok. Motif-kotak, garis-garis atau kombinasi dua warna sering terlihat di sedan dan hatchback dari era 70-an hingga 90-an. Motif tersebut bukan hanya soal estetika, tetapi juga identitas desain mobil tersebut. Di era modern, tren berubah ke kursi dengan warna netral (hitam, abu-abu, beige) dan bahan bahan sintetis atau kulit buatan yang lebih mudah dirawat dan dianggap premium. Motif kain yang mencolok dianggap kurang cocok dengan penekanan minimalis dan cost-efficiency produksi. 2. Jendela Belakang yang Bisa Digulung ke BawahPada masa lalu, terutama pada mobil station wagon atau hatch-mobil, jendela belakang yang bisa digulung ke bawah (roller window) atau kaca belakang yang bisa dibuka seperti jendela pintu bukan hal yang jarang. Fitur ini memungkinkan ventilasi tambahan atau akses ke bagasi dari belakang.Di mobil modern, banyak mobil menggunakan kaca tetap di belakang (fixed glass) atau kaca yang hanya bisa dibuka secara vertikal atau terintegrasi dengan tailgate-elektrik, bukan digulung ke bawah secara mekanis. Alasan utamanya adalah: peningkatan keamanan (struktur bodi yang lebih kaku), efisiensi pabrik, serta komponen motorized yang lebih disukai dibanding mekanisme manual atau besar.3. Mobil Station Wagon Striker MU, Marcus Rashford, dengan mobil sangarnya, Mercedes G-WagonStation wagon yakni mobil dengan atap memanjang ke belakang dan area bagasi besar dengan pintu belakang (tailgate) dulu sangat populer sebagai kendaraan keluarga yang praktis. Model-wagon menawarkan ruang besar serta fleksibilitas, dan sering kali ditampilkan dengan gaya khas desain era lalu.Namun, seiring waktu, tren SUV dan crossover mengambil alih pasar keluarga. Banyak produsen menghentikan model wagon karena permintaan menurun dan regulasi emisi serta produksi yang makin ketat. Bahkan di pasar Eropa, wagon kini semakin langka dibanding SUV.4. Grafik Tubuh (Body Graphics)Grafik tubuh atau decal besar yang melekat di sisi bodi seperti garis tebal, striping warna, logo besar di pintu, atau corak sporty dulu menjadi bagian dari desain mobil sport atau edisi khusus. Mereka memberikan karakter visual yang kuat dan membedakan model tertentu.Di era sekarang, desain mobil condong ke visual clean, minimalis, dengan warna solid polos dan sedikit grafis, karena efisiensi produksi, regulasi cat, serta selera konsumen yang berubah. Bagi sebagian orang, kehadiran grafik tubuh ini menjadi nostalgia desain mobil yang kini dianggap usang.5. Mobil Analog (Dashboard Analog)Mobil-klasik biasanya menggunakan instrumen analog speedometer jarum, odometer bergulir, tachometer besar dengan angka-fisik, dan panel instrumen yang mekanik. Pengemudi bisa melihat putaran jarum secara langsung, mendengar suara mesin, merasa “mekanis”.Sedangkan mobil modern telah mulai bergeser ke instrumen digital, layar LCD/LED, panel multi-fungsi, gauge virtual, dan sistem elektronik yang sangat terintegrasi. Fungsi analog manual makin sedikit, dan banyak pengemudi muda bahkan belum pernah mengendarai mobil dengan odometer drum mekanik atau gauge analog. VIVA Otomotif: Lelang mobil klasik Mercedes-Benz 280 SL di Semarang.Lima fitur di atas kursi kain bermotif, jendela belakang yang bisa digulung, mobil station wagon, grafik tubuh, dan mobil analog menggambarkan bagaimana otomotif telah berubah: dari karakter yang mencolok, mekanik, dan penuh gaya ke desain yang lebih efisien, elektronik, dan minimalis.Meskipun banyak perubahan tersebut membawa peningkatan dalam keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi, sejumlah penggemar mobil klasik merasa bahwa “karakter” dan “jiwa” mobil masa lalu sedikit hilang.