Pergeseran industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi, tidak lantas mengancam keberlangsungan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) memastikan bahwa para pelaku IKM otomotif binaannya tetap memiliki peran vital dan peluang pasar yang terbuka lebar di tengah transisi teknologi tersebut. Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, menjelaskan bahwa meskipun terjadi perubahan besar pada sistem (powertrain), struktur dasar kendaraan secara keseluruhan tidak mengalami perubahan drastis. Berbagai komponen mobil yang dibuat dari industri binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra Struktur Komponen Utama Tetap Dibutuhkan Rahmat mengungkapkan, perbedaan mendasar antara kendaraan bermotor konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) dan kendaraan listrik terletak pada spesifikasi mesin. Namun, komponen pendukung lainnya seperti bodi, interior, hingga eksterior tetap memerlukan pasokan komponen yang sama. "Sebenarnya kalau kita lihat kendaraan roda empat, yang membedakan adalah spesifikasinya ada di engine-nya. Kalau hybrid, engine-nya tetap ada ditambah biaya baterai. Tapi kalau EV, mesinnya enggak ada, cuma ada baterai dengan motor. Tapi bodi, eksterior, interiornya kan tetap sama," ujar Rahmat Samulo di GIIAS 2026, Selasa (4/8/2026). Berbagai komponen mobil yang dibuat dari industri binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra Ia menambahkan, mayoritas IKM binaan YDBA yang bergerak di sektor otomotif selama ini memproduksi komponen bodi, interior, eksterior, serta beberapa komponen sasis dan suspensi. Oleh karena itu, pengalihan teknologi ke arah elektrifikasi tidak akan menghentikan pesanan (order) bagi para pelaku IKM. "Pengembangan UMKM dan IKM kita di sektor otomotif ini dominan menyuplai bodi, interior, dan eksterior ke industri Astra. Tambahan lainnya ada komponen rem dan shock absorber, itu kan tetap bagian inti. Jadi bukan berarti ada switching ke EV lalu IKM kita tiba-tiba enggak dapat order, tidak. Karena komponennya itu-itu juga, kecuali beberapa komponen yang berbeda," tegasnya. Berbagai komponen mobil yang dibuat dari industri binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra Masuk Rantai Pasok Hybrid dan EV Lebih lanjut, Samulo membeberkan bahwa sejumlah IKM binaan YDBA saat ini sudah berhasil masuk dan menjadi bagian dari rantai pasok (supply chain) untuk produksi kendaraan hybrid. "Industri kecil menengah kita juga sudah supply ke hybrid. Kemudian juga kalau EV, kalau kebetulan komponennya itu bukan komponen mesin, tetap saja dia bisa. Jadi aman," kata Samulo. YDBA bahkan mendapatkan arahan dan target khusus untuk terus menaikkan angka transaksi rantai pasok IKM binaan agar melampaui Rp 5 triliun. Langkah ini diharapkan mampu menyerap lebih banyak IKM otomotif serta meningkatkan pendapatan (revenue) masing-masing unit usaha.