JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh operator transportasi di semua moda untuk mengutamakan keselamatan dalam arus balik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan, operator perlu memastikan kelaikan operasi sarana dan prasarana, kesiapan awak kendaraan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk. “Kami meminta seluruh operator memastikan armada dalam kondisi laik operasi, mematuhi standar keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca di sepanjang lintasan," kata Dudy di Jakarta, dikutip keterangan resmi Kemenhub, Selasa (23/3/2026). Pemudik pengguna transportasi umum bus turun di Terminal Bus Blitar, Kamis (28/4/2022) Dudy menyampaikan bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama, terutama pada periode arus balik yang berpotensi mengalami lonjakan pergerakan masyarakat. Secara khusus, Dudy mengingatkan pentingnya pemenuhan ketentuan waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi sebagai upaya mencegah kelelahan yang berisiko terhadap keselamatan perjalanan. Pengemudi diimbau untuk beristirahat secara cukup sesuai regulasi, tidak memaksakan diri saat lelah, serta memanfaatkan rest area yang tersedia. Untuk perjalanan jarak jauh, operator juga wajib memastikan adanya pengemudi cadangan bagi perjalanan dengan waktu tempuh lebih dari 8 jam atau sopir wajib istirahat minimal 1 jam sebelum melanjutkan perjalanan. Kondisi Pelabuhan Merak, Banten, yang kosong melompong. Kontras dengan kondisi Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Selasa (17/3/2026). "Selain itu, kondisi fisik dan kesehatan awak kendaraan harus benar-benar dijaga agar tetap prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. Sebagai langkah konkret pengawasan terhadap keselamatan, Kemenhub telah melaksanakan rampcheck dan inspeksi secara masif di seluruh moda transportasi. Hingga 23 Maret 2026, sebanyak 60.946 unit kendaraan umum moda transportasi darat, 836 kapal telah menjalani uji kelaiklautan sementara pada angkutan penyeberangan sebanyak 232 kapal telah diperiksa, dengan 91,34 persen memenuhi standar. Untuk transportasi udara, tercatat 372 armada pesawat dalam kondisi serviceable dari total 564 unit (65,9 persen), dan pada sektor perkeretaapian sebanyak 3.679 sarana telah dilakukan rampcheck dengan tingkat kelaikan mencapai 99,78 persen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang