Ilustrasi pengguna sepeda motor melintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kota Kembang, Bandung, kembali memperlihatkan predikatnya sebagai salah satu kota dengan lalu lintas paling sibuk di Jawa Barat. Perbandingan antara data live traffic terbaru pada awal November 2025 dengan pola yang terpantau pada akhir Oktober menunjukkan adanya sedikit penurunan tingkat kepadatan. Data live traffic Bandung yang dilihat VIVA Otomotif pada 6 November 2025 pukul 11.06 WIB mencatat travel time per 10 km berada di angka 29 menit 50 detik. Angka ini membaik sekitar 1 menit 10 detik dibandingkan kondisi normal pada jam yang sama, dengan kecepatan rata-rata kendaraan saat ini hanya 20,1 km/jam.Kepadatan yang terjadi saat ini berada di level 44%, atau sekitar 8% di atas rata-rata biasanya. Jumlah antrean kendaraan aktif (Traffic Jams) tercatat sebanyak 7 titik dengan total panjang antrean 3,3 km. Jika dibandingkan dengan kondisi di akhir bulan lalu, tepatnya data yang terekam pada 23 Oktober 2025, terlihat adanya perbedaan yang menarik.Kala itu, tingkat kemacetan Bandung mencapai 47 persen (lebih tinggi dari 44% saat ini), dan waktu tempuh per 10 km sedikit lebih lama yaitu 30 menit 40 detik, dan kecepatan rata-rata kendaraan lebih lambat di 19,6 km/jam. Dengan tingkat kepadatan (44% vs 47%) saat ini tampak sedikit lebih rendah, waktu tempuh per 10 km (29m 50s vs 30m 40s) dan kecepatan rata-rata (20,1 km/jam vs 19,6 km/jam) pada awal November ini sedikit membaik dari kondisi bulan lalu. Namun, grafik pergerakan kecepatan dan tingkat kemacetan selama tujuh hari terakhir, yang mencakup akhir Oktober hingga awal November, memperlihatkan bahwa pola puncak kemacetan tetap tidak berubah. Kemacetan cenderung meningkat tajam pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, serta memuncak kembali di sore hari pukul 16.00 hingga 18.30 WIB. Puncak ini seringkali melampaui 100% tingkat kepadatan di atas rata-rata normal.Data pola juga menunjukkan bahwa Senin dan Rabu tercatat sebagai hari dengan tingkat kemacetan tertinggi selama sepekan terakhir, sebagaimana pola yang sudah terekam sejak akhir Oktober lalu.