Pengemudi truk yang sering membawa kendaraan hingga turun ke bahu jalan perlu lebih waspada. Kebiasaan tersebut tidak hanya berisiko membuat ban mengalami kerusakan, tetapi juga dapat memberikan beban tambahan pada komponen roda, termasuk baut. Kondisi ini lebih sering terjadi pada roda sebelah kiri. Penyebabnya adalah posisi berkendara di Indonesia yang berada di sisi kiri jalan, sehingga roda kiri lebih sering keluar dari permukaan aspal ketika truk harus menepi. Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko mengatakan, baut roda sebelah kiri lebih sering mengalami kerusakan dibandingkan sebelah kanan. Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Dharmasraya menertibkan antrean truk di bahu Jalan Lintas Sumatera, Rabu (15/07/2026). Penertiban dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar SPBU sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas. “Dan yang sebelah kiri itu, baut rodanya lebih sering putus daripada yang sebelah kanan karena sering turun naik bahu jalan," kata Bambang kepada Kompas.com, akhir pekan lalu “Ngerolak, ya, ngerolak turun naik bahu jalan, itu sering juga memutuskan baut roda," ujarnya. Bambang menjelaskan, berbeda dengan ban sebelah kiri, baut ban truk sebelah kanan disebut hampir tidak pernah patah. “Baut roda sebelah kanan lebih jarang putus kalau di jalan. Tidak ada persentasenya. Tapi di sebelah kanan itu hampir tidak pernah putus saat kendaraan berjalan," katanya. "Putusnya biasanya saat dibongkar-pasang," ucap Bambang. Petugas saat membersihkan tumpukan sampah liar di bahu Jalan Raya Indramayu-Cirebon, tepatnya di wilayah Kecamatan Juntinyuat, Jumat (27/3/2026) Kondisi Bahu Jalan Bambang menjelaskan, kondisi bahu jalan di Indonesia yang turun membuat tekanan besar pada baut roda ban sebelah kiri. “Tapi kalau saat berjalan dia turun dari aspal, kadang sampai 10 sentimeter, dengan bobot yang bayangkan saja 30 ton. Bautnya yang menahan beban itu bisa mengalami tekanan," ungkapnya. “Nah, itu yang bisa menyebabkan baut putus. Pelek pecah juga kebanyakan terjadi di sebelah kiri," kata Bambang. Bahu jalan di sejumlah lokasi memiliki perbedaan ketinggian yang cukup signifikan dengan permukaan aspal. “Karena di Indonesia jalannya terlalu sempit. Perbedaan antara jalan aspal dengan bahu jalannya kadang cukup tinggi, bisa 10 sentimeter sampai 15 sentimeter," ujarnya. Siti Aisyah (35) perempuan di Surabaya yang berprofesi sebagai tambal ban truk, Minggu (30/11/2025) “Sedangkan kalau di Eropa atau China, memang ada bahu jalan, tetapi perbedaan ketinggiannya dengan permukaan aspal tidak terlalu jauh,” kata Bambang. Apa Itu Ngerolak? Ngerolak merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika roda truk turun dari permukaan aspal ke bahu jalan, kemudian kembali naik ke permukaan aspal. Kondisi ini biasanya dilakukan saat truk harus menepi atau memberi ruang kepada kendaraan lain, terutama ketika berpapasan di jalan yang sempit. Ngerolak umumnya terjadi di tepi jalan, ketika roda melewati batas antara aspal dan bahu jalan.