Toyota Kijang Innova Zenix hadir dalam dua pilihan, yakni bermesin bensin dan hybrid. Namun, di pasar mobil bekas, minat konsumen ternyata lebih condong ke varian hybrid dibandingkan model bensin. Andi, pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran, mengatakan bahwa tren pencarian Zenix Hybrid jauh lebih tinggi. “Orang lebih nyarinya yang hybrid ya dibanding yang bensin, yang biasa. Jarang nyari yang bensin,” ujar Andi kepada Kompas.com, Minggu (7/12/2025). Toyota Kijang Innova Reborn tipe G Ia menjelaskan, mayoritas konsumen yang datang memang sudah menargetkan teknologi hybrid karena dianggap lebih efisien serta menawarkan kenyamanan berkendara yang lebih halus. Menurut Andi, konsumen yang memilih mesin bensin biasanya bukan mengarah ke Zenix, melainkan justru ke Innova Reborn. Alasannya, banyak yang masih menyukai karakter lama yang dianggap lebih ramping dan familiar. “Soalnya kalau yang Reborn, mereka biasanya enggak mau model Zenix,” kata Andi. “Mungkin ada sebagian orang ya, enggak banyak. Sebagian orang kayaknya lebih enak Reborn, lebih ramping, lebih apa segala macam gitu, dan karena Zenix, bodinya lebih gede,” lanjutnya. Toyota Innova Zenix Hybrid Pandangan serupa juga disampaikan Rama, pemilik Rama Dagang Mobil di Bintaro. Ia menilai, bila dibandingkan sesama varian non-hybrid, Innova Reborn tetap lebih diminati. “Sebetulnya kalau perbandingannya sama-sama non-hybrid, orang lebih pilih Innova Reborn. Jarang yang Zenix Non-Hybrid,” kata Rama. Hal ini menunjukkan bahwa Zenix terutama diminati karena teknologi hybrid. Adapun untuk varian bensin murni, Innova Reborn masih dilirik sebagai sosok tangguh dan cocok untuk penggunaan jangka panjang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang