Memilih kaca film mobil kini tidak lagi sekadar soal mencari tingkat kegelapan yang sesuai. Masyarakat Indonesia mulai mempertimbangkan kemampuan kaca film dalam menahan panas, menjaga visibilitas, hingga kesesuaiannya dengan teknologi yang terdapat pada kendaraan. Perubahan tersebut terlihat dari interaksi WINCOS dengan pengunjung selama gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang. "Sekarang kendaraan semakin canggih dan kebutuhan konsumennya pun ikut berkembang. Dari percakapan kami dengan pengunjung GIIAS 2026, kaca film tidak lagi dilihat hanya dari seberapa gelap tampilannya," ujar Vice President Director PT Lintec Jakarta Fajar Solihin, Minggu (9/8/2026). Kaca film Pengepul Mobil Menurut dia, kenyamanan kabin, kemampuan menahan panas, visibilitas saat berkendara malam hari, hingga kecocokan dengan teknologi kendaraan menjadi sejumlah pertimbangan yang mulai mendapat perhatian. Kaca film dan kendaraan listrik Perubahan tersebut berjalan seiring dengan semakin banyaknya kendaraan elektrifikasi di pasar Indonesia. Pada mobil listrik, sistem pendingin kabin mendapatkan sumber energi dari baterai. Kondisi ini membuat pengelolaan temperatur di dalam kabin menjadi salah satu aspek yang penting, terutama ketika kendaraan digunakan dalam kondisi cuaca panas. Selain itu, mobil modern semakin banyak dibekali perangkat elektronik dan sistem konektivitas. Mulai dari GPS, komunikasi seluler, hingga berbagai sensor dan perangkat elektronik lainnya. Karena itu, pemilihan kaca film tidak bisa hanya melihat tingkat kegelapan. Material dan teknologi yang digunakan juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu fungsi perangkat pada kendaraan. kaca film Jaecoo J5 EV "Mobil hari ini bukan hanya alat transportasi, tetapi sudah menjadi perangkat yang semakin terkoneksi. Karena itu, kaca film juga perlu mengikuti perkembangan tersebut," kata Fajar. "Bukan hanya memberikan kenyamanan dari panas, tetapi produk yang dipilih juga perlu sesuai dengan kebutuhan teknologi kendaraan masa kini," lanjutnya. Di GIIAS 2026, WINCOS juga melihat pengunjung semakin aktif menanyakan detail produk. Pertanyaan yang muncul mengenai perbedaan tingkat kegelapan, visibilitas saat berkendara malam hari, hingga pilihan kaca film untuk kaca depan dan kaca samping. Hal lain yang tidak kalah penting adalah pemasangan. Kaca film dengan spesifikasi yang baik tetap membutuhkan proses pemasangan yang tepat agar hasilnya maksimal. Tiga pilihan baru WINCOS Selain melihat perubahan kebutuhan konsumen, WINCOS membawa sejumlah produk baru pada GIIAS 2026. Tiga di antaranya adalah Thermal Shield, Premium Shield, dan WINCOS Shield. Kaca film dengan tingkat kegelapan 90 persen. WINCOS Thermal Shield menjadi varian dengan kemampuan menolak sinar inframerah (IR) paling tinggi, mencapai 99,8 persen. Produk ini juga memiliki kemampuan menolak sinar ultraviolet (UV) hingga 99 persen. Sementara Premium Shield ditawarkan sebagai pilihan yang menyeimbangkan antara harga dan kemampuan menahan panas. Varian ini memiliki IR rejection hingga 97 persen dan UV rejection 99 persen. Adapun WINCOS Shield menjadi pilihan yang lebih terjangkau. Kemampuan menolak sinar inframerahnya mencapai 81 persen, sedangkan penolakan terhadap sinar ultraviolet tetap berada di angka 99 persen. "Kami mengapresiasi antusiasme dan berbagai masukan yang kami terima selama GIIAS 2026. Ini menjadi bekal bagi WINCOS untuk terus menghadirkan produk yang relevan dengan perkembangan kendaraan dan kebutuhan konsumen Indonesia," tutur Fajar.