Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menilai telah terjadi pergeseran besar dalam perilaku konsumen pasar otomotif di Indonesia. Generasi Milenial dan Gen Z kini tidak lagi terikat pada loyalitas merek layaknya generasi sebelumnya. Menurut Yannes, konsumen generasi terdahulu seperti Baby Boomers cenderung memandang merek kendaraan layaknya dogma. Jika orang tua mereka terbiasa menggunakan satu merek tertentu, loyalitas tersebut umumnya diturunkan kepada anak-anaknya. Selain itu, generasi lama kerap kali sudah memikirkan harga jual kembali (resale value) bahkan sebelum kendaraan tersebut dibeli. VinFast VF 7 "Dulu brand itu kayak dogma. Pokoknya kakek pakai ini, ayah pakai ini, saya juga. Tapi begitu masuk generasi milenial, mereka enggak mau. Pasar sudah berubah," ujar Yannes di GIIAS 2026, Senin (3/8/2026). Berburu Pengalaman dan Peace of Mind Yannes menjelaskan bahwa generasi Milenial dan Gen Z cenderung bertindak lebih rasional saat memilih mobil. Alih-alih membeli nama besar pabrikan, mereka bertransaksi untuk mendapatkan pengalaman berkendara (experience) serta rasa tenang (peace of mind) selama masa kepemilikan. Gaya hidup generasi muda yang lebih ekspresif juga mendorong tuntutan terhadap desain yang makin detail serta kelengkapan fitur teknologi modern. Kehadiran berbagai jajaran mobil listrik menengah di kisaran harga Rp 100 juta hingga Rp 400 jutaan pun makin memanjakan preferensi ini. "Generasi ini mematikan nilai-nilai generasi sebelumnya. Begitu beli terus enggak suka, ya dilepas. Yang penting selama pakai, harus senang dan enggak nyusahin," kata Yannes. Pentingnya Jaminan Purna Jual dan Ekosistem Lebih lanjut, Yannes menyoroti bahwa faktor pembeda utama di mata pembeli muda saat ini adalah kepastian biaya operasional serta jaminan purna jual. Hal ini mengingat kekhawatiran masyarakat terhadap harga baterai, pengisian daya, hingga penurunan harga bekas pada kendaraan listrik. Pabrikan yang berani memberikan garansi komprehensif mulai dari kemudahan servis, jaminan nilai jual kembali, hingga ekosistem pengisian daya, dinilai akan memenangkan hati konsumen muda. "Konsumen sekarang makin cerdas. Apalagi saat ekonomi sedang menantang, mereka memikirkan setiap sen yang harus dikeluarkan setelah membeli. Kalau ada merek baru yang berani menghilangkan ketidakpastian itu, konsumen tidak ragu beralih," tutur Yannes.