Etape lanjutan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa membawa kami dan Toyota New Veloz Hybrid sampai ke Pulau Dewata.Di sini, tantangan perjalanan bergeser ke lalu lintas padat, ruang gerak terbatas, dan ritme berkendara yang menuntut kenyamanan serta ketenangan. Road trip Lombok-Banyuwangi bersama Toyota New Veloz Hybrid dalam program Veloz Hybrid EV Lintas Nusa Foto: Didik Dwi HaryantoTim detikOto membawa Toyota Veloz Q Hybrid EV menyusuri berbagai rute di Bali, mulai dari kawasan perkotaan hingga jalan-jalan sempit dengan aktivitas tinggi. Berbeda dengan Lombok yang identik dengan rute menanjak, Bali lebih menuntut presisi dan kontrol di tengah kepadatan.Karakter jalan yang beragam tersebut membuat fitur kamera 360 derajat terasa sangat membantu. Visual sekeliling mobil memudahkan pengemudi saat bermanuver di ruas sempit maupun ketika parkir di area yang padat kendaraan.Keunggulan lain yang langsung terasa adalah karakter sistem hybrid. Toyota New Veloz Hybrid mengusung mesin 1.500 cc 2NR-VEX yang dipadukan dengan Toyota Hybrid System berkonfigurasi series-parallel. Mesin bensin dan motor listrik bekerja saling melengkapi, menyesuaikan kebutuhan berkendara secara otomatis.Di area padat dan banyak tempat ibadah, Veloz Hybrid kerap melaju dalam EV Mode. Pada kondisi ini, mobil digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, tanpa bantuan mesin bensin. Hasilnya, laju kendaraan terasa sangat senyap, menghadirkan suasana berkendara yang lebih tenang dan minim gangguan suara.Karakter senyap ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga relevan dengan lingkungan sekitar. Saat melintas di kawasan padat penduduk, operasi motor listrik yang halus membuat mobil terasa lebih bersahabat, tanpa suara mesin dan getaran berlebih.Situasi serupa juga terasa saat kendaraan berada dalam kondisi diam cukup lama. Beberapa kali menunggu proses loading kapal di pelabuhan, Veloz Hybrid tetap beroperasi tanpa menghasilkan asap maupun bau knalpot. Sistem hybrid bekerja efisien, dengan baterai mengambil peran utama, sehingga emisi dapat ditekan lebih rendah.Transisi antara motor listrik dan mesin bensin berlangsung halus berkat transmisi e-CVT. Dalam kondisi stop and go yang menjadi keseharian jalanan Bali, perpindahan tenaga nyaris tidak terasa, membuat mobil tetap nyaman dikendarai meski sering berhenti dan berjalan kembali.Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu catatan paling menonjol di etape ini. Sepanjang perjalanan di Bali, layar MID beberapa kali mencatat konsumsi BBM di kisaran 20 km per liter, 23 km per liter, bahkan sempat menyentuh angka di atas 26 km per liter, tergantung kondisi lalu lintas dan gaya berkendara.Angka tersebut terbilang impresif untuk sebuah MPV 7-penumpang. Toyota sendiri mengklaim New Veloz Hybrid mampu mencatat efisiensi hingga sekitar 40 persen lebih baik dibandingkan Veloz bermesin bensin konvensional, dan hasil perjalanan di Bali menunjukkan klaim tersebut cukup dekat dengan penggunaan nyata.Toyota Veloz Hybrid dibawa oleh tim detikcom ke Pantai Pandawa, Bali Foto: Didik Dwi HaryantoDari sisi kenyamanan, kabin Veloz Hybrid tetap terasa tenang meski berkutat di kemacetan. Operasi motor listrik yang senyap berpadu dengan peredaman NVH yang baik, membuat perjalanan di tengah kepadatan lalu lintas tidak terasa melelahkan.Etape Bali menegaskan karakter Toyota New Veloz Hybrid sebagai MPV yang matang untuk perjalanan jarak jauh. Bukan hanya efisien, tetapi juga tenang, ramah lingkungan, dan mudah dikendalikan di kondisi lalu lintas yang kompleks.Di tengah padatnya jalan Bali, Veloz Hybrid menunjukkan bahwa teknologi hybrid bukan sekadar soal konsumsi bahan bakar, melainkan juga soal kenyamanan dan ketenangan berkendara dalam penggunaan sehari-hari.Lepas dari Bali, perjalanan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa berlanjut ke Pulau Jawa. Di etape berikutnya, tongkat estafet perjalanan panjang ini akan diteruskan oleh media lain.Video perjalanan detikcom dalam program Toyota Veloz Hybrid EV Lintas Nusa bisa ditonton di kanal Youtube detikOto!