PT Astra Honda Motor (AHM) mencatat pencapaian baru dalam industri otomotif Tanah Air. Total produksi sepeda motor Honda di Indonesia secara kumulatif menembus angka 100 juta unit. Angka ini bukan sekadar pencapaian di atas kertas, tapi juga bukti besarnya kepercayaan pasar domestik Indonesia dan ekspor terhadap kualitas produk Honda yang diproduksi lokal. Meski demikian, Direktur Marketing PT AHM Octavianus Dwi Putro enggan merinci model dan kapan tepatnya angka produksi 100 juta unit tersebut terlampaui. Namun momen itu dipastikan terjadi pada paruh pertama 2026. "Bagi kami itu yang penting kalau kita dipercaya konsumen, sekaligus tanggung jawab," ujar Octavianus di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (9/7/2026). AHM Best Student 2023 mengunjungi pabrik motor Honda. Internal AHM memilih untuk tidak membesar-besarkan momentum pencapaian tersebut secara publik. Fokus utama perusahaan kata Octa, tetap pada penguatan kualitas produk serta peningkatan layanan purna jual. "Momennya enggak kami iniin sih. Enggak kami hitung. Ya dihitung dari versi kita, tapi ya sudah lah. Kami rayakan internal saja," katanya. Namun Octa mengakui pihaknya tetap mensyukuri apresiasi luar biasa yang terus diberikan oleh masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Angka tersebut menjadi pengingat akan komitmen perusahaan yang lebih besar ke depan. "Ya kita happy dengan dipercaya sekian tahun lah sebenarnya," ujarnya. Joan Mir dan Luca Marini kunjungi pabrik Honda PCX di Deltamas Konsistensi Konsistensi dalam menjaga pangsa pasar menjadi modal utama bagi AHM untuk terus eksis di industri roda dua nasional. "Pokoknya gini, AHM itu kan 55 tahun ya di tahun ini juga dan kita eksis kan gitu. Setiap tahun jualan juga tidak buruk, market share juga cukup baik," kata Octa. Octa menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh mata rantai bisnis Honda, mulai dari pabrikan hingga ke garda terdepan di jaringan diler resmi. "Itu artinya dipercaya konsumen sekian lama gitu. Kami dan jaringan, main diler, ada diler, pada akhirnya kan punya tanggung jawab juga untuk konsumen kita di negara ini juga," ujarnya. Ilustrasi Honda ADV160 yang dipajang diler motor Honda Perjalanan Panjang Perjalanan panjang PT Astra Honda Motor di industri otomotif Indonesia telah dimulai sejak tahun 1971. Kala itu, perusahaan pertama kali berdiri dengan nama PT Federal Motor, yang menjadi pelopor Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor Honda di Tanah Air. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD alias completely knock down. Sepeda motor yang pertama kali di produksi Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Ilustrasi produksi motor di pabrik AHM Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30.000 per tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepuluh tahun sejak berdiri, pada tahun 1981, PT Federal Motor mencapai 1 juta produksi sepeda motor Honda. Seiring dengan penerimaan yang tinggi, PT Federal Motor mendirikan pabrik kedua di Pegangsaan dan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2 juta unit per tahun pada 1996. Pada tahun 2001, PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor. Honda EM1 e: diproduksi di pabrik AHM di Pegangsaan, Jakarta Utara. Empat tahun kemudian pada 2005, pabrik ketiga sepeda motor Honda dibangun di Cikarang sehingga total kapasitas produksi meningkat menjadi 3 juta unit per tahun. Terus meningkatnya permintaan motor Honda mendorong PT Astra Honda Motor membangun pabrik keempat di Karawang pada 2014. Saat itu total kapasitas produksi meningkat menjadi 5,3 juta unit per tahun pada 2015. Pada tahun 2015, AHM berhasil mencatatkan produksi motor ke 50 juta yang merupakan prestasi pertama di industri sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN.