- Memasuki musim mudik Lebaran, Dedi Mulyadi memilih turun langsung ke lapangan untuk menertibkan aktivitas penyapu koin di kawasan Jembatan Sewoharjo, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Alasannya karena aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi dan juga mengganggu kelancaran arus mudik. Jumlah penyapu koin di lokasi tersebut disebut mencapai ratusan orang. Mereka kerap berada di sekitar jalan untuk mengumpulkan uang yang dilempar pengguna jalan, meski kondisi lalu lintas sedang padat. Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi mengumpulkan para penyapu koin di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya. Ia mengimbau supaya aktivitas tersebut dihentikan sementara selama masa mudik karena dinilai membahayakan keselamatan. Sebagai alternatif, pemerintah menawarkan kompensasi sebesar Rp 50.000 per hari selama periode mudik, atau total Rp 600.000 dalam satu pekan. “Saya minta aktivitas ini dihentikan sementara. Kami siapkan kompensasi agar tetap ada pemasukan tanpa harus mengambil risiko di jalan,” ujarnya menukil Kompas.com. Namun, tidak semua warga menerima tawaran tersebut. Sebagian mengaku aktivitas menyapu koin sudah menjadi kebiasaan tahunan, sekaligus sumber penghasilan yang dinilai lebih besar dibandingkan kompensasi yang diberikan.